Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kubu Ahok Akan Laporkan Peristiwa Rawa Belong ke KPU DKI dan Bawaslu

Menurut Wasekjen Golkar itu, peristiwa tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kubu Ahok Akan Laporkan Peristiwa Rawa Belong ke KPU DKI dan Bawaslu
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Mikrolet M24 yang mengangkut calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Pemenangan Ahok-Djarot menyesalkan terjadinya peristiwa Rawa Belong, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Dimana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikejar puluhan orang saat berkampanye di Jalan Ayub, Rawa Belong, Jakarta Barat.

Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadizly menyatakan pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut kepada institusi terkait.

"Kami tentu sangat menyesalkan. Kami akan melaporkan tindakan tersebut ke KPUD dan Bawaslu. Karena sudah menyalahi UU," kata Ace Hasan melalui pesan singkat, Rabu (2/11/2016).

Ace sangat menyesalkan atas tindakan penyerangan itu.

Menurut Wasekjen Golkar itu, peristiwa tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab.

"Pak Ahok bagaimanapun merupakan pasangan calon resmi Cagub yang berhak atas sosialisasi dan kampanye. Itu sudah diatur dalam Undang-Undang. Itu mencederai demokrasi," kata Ace Hasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya puluhan orang berlari mengejar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jalan Ayub, Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016).

Ahok tiba sekitar pukul 16.00.

Ahok turun mobil, kemudian sempat blusukan dan menyapa seorang warga yang berjualan baso, "Ini bikin sendiri ya bu?" kata Ahok.

"Iya Pak, foto dulu Pak, jarang-jarang ke sini," ucap ibu penjual baso.

Setelah menyapa dan bersalaman dengan warga, Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah masuk gang di Jalan Ayub, gang sempit yang lebarnya hanya 2 meter.

Awalnya, warga masih menyambut hangat kedatangan Ahok. Tak berselang lama, segerombolan orang berlari dari kejauhan seraya berteriak, "Mana Ahok?".

Massa sekitar puluhan itu, menolak dan berlari mengejar Ahok, bersama lima ajudan dan beberapa tim suksesnya.

Rombongan Ahok berjalan cepat dengan kawalan dari pihak kepolisian

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas