Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ahmad Satori Ajak Para Dai Aktif Bantu Pemerintah Sebarkan Kedamaian Demi NKRI

Bangsa Indonesia tengah diuji dengan berbagai gejolak sosial masyarakat yang dipicu kasus penistaan agama dalam Pilkada DKI Jakarta

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Ahmad Satori Ajak Para Dai Aktif Bantu Pemerintah Sebarkan Kedamaian Demi NKRI
panjimas.com
Ahmad Satori Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bangsa Indonesia tengah diuji dengan berbagai gejolak sosial masyarakat yang dipicu kasus penistaan agama dalam Pilkada DKI Jakarta yang mengarah pada perpecahan nasional.

Ironisnya kondisi ini dikhawatirkan akan ‘ditunggangi’ penumpang gelap yang ingin memecah belah dan menghancurkan NKRI, salah satunya kelompok radikalisme dan terorisme.

Tak pelak kondisi ini membuat prihatin berbagai pihak. Salah satunya Ketua Umum Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof. Dr. H. Ahmad Satori Ismail.

Menurutnya, kondisi ini sebenarnya tidak harus terjadi pada bangsa Indonesia kembali menyadari jatidiriny sebagai bangsa yang majemuk dibawah kekuatan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, di tengah perbedaan itu, masing-masing umat juga mempererat jiwa toleransi antar agama.  Dengan tegas ia juga meminta umat islam jangan mau di adu domba dengan umat lain.

“Umat islam sebagai mayoritas harus terus memperkokoh persatuannya dan bisa bersikap toleran dengan kelompok lainnya. Demikian juga kelompok lain juga wajib berusaha menyatukan dan berusaha bisa toleran terhadp kelompok islam. Dengan timbal balik seperti ini insya Allah bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar dan menjaga kesatuan NKRI,” papar Ahmad Satori Ismail di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Ia mengungkapkan bahwa kebhinnekaan dan perbedaan itu adalah satu hal yang alami di Indonesia. Bahkan dalam satu keluarga saja bisa berbeda, apalagi melebar ke satu suku bangsa, itu pasti ada perbedaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang penting bagaimana dengan perbedaan itu masyarakat bisa saling menghormati dan menghargai, serta memperkokoh persatuan itu.

“Jangan sampai perbedaan itu dipertajam berusaha untuk melemparkan kebencian atau melakukan tindakan teror atau hal-hal yang menyakiti orang lain. Itu jelas tidak bisa dibenarkan dan harus dilawan dan dihilangkan,” tuturnya.

Seperti diketahui, 4 November lalu, Jakarta diwarnai demo besar umat islam yang dipicu ucapan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai menista kitab suci Al Quran.

Dan pada 2 Desember mendatang, kabarnya akan ada aksi massa lanjutan dengan menutup jalan protokol di Jakarta.

Ahmad Satori menilai aksi massa seperti itu ada aturannya dan serahkan saja pada pemerintah untuk melakukan yang terbaik.

“Umat islam yang agamanya dinista tentunya harus berpikir rasional dan bersikap sesuai dengan koridor hukum. Jangan sampai terpancing kemudian melakukan hal-hal yang tidak baik, apalagi aksi-aksi seperti itu sangat rentan ditunggangi kelompok radikalisme yang ingin merusak Indonesia,” papar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini.

Sebagai ketua umum Ikadi, Ahmad Satori juga mengajak para dai yang untuk berperan aktif membantu pemerintah menyebarkan kedamaian demi persatuan NKRI.

Salah satunya dengan melakukan dakwah membanjiri sosial media (dunia maya) dengan tulisan kedamaian, ayat, dan hadits yang benar dan sesuai dengan islam yang rahmatan lil alamin.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas