Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kemendesa Integrasikan Ekonomi Kawasan Perdesaan

“Program unggulan itu antara lain pembentukan BUMDes dan BUMDes Bersama, pendirian Desa’SMart, dan penerapan agriculture estate,” ujar Max.

Kemendesa Integrasikan Ekonomi Kawasan Perdesaan
ISTIMEWA
Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Johozua M. Yoltuwu (paling kanan) bersama Bupati Karawang dr Celica Nurhadiana (tengah) dan Direktur Bank BNI Adi Sulistyowati mengamati produk kebutuhan sehari-hari yang dipajang di Desa Smart di acara peresmian Badan usaha Milik Desa (Bumdes) dan Desa Smart di Telukjambe Timur, Karawang, Senin (29/8/2016). Desa Smart merupakan salah satu unit usaha Bumdes yang dikelola menggunakan kucuran Dana Desa dari Pemerintah Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) menerapkan konsep integrasi ekonomi kawasan perdesaan sebagai terobosan untuk mempercepat pembangunan ekonomi di perdesaan.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT Johozua M. Yoltuwu dalam kesempatan bincang-bincang dengan media di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Integrasi ekonomi yang dimaksud adalah mengaplikasikan program-program unggulan yang merupakan terjemahan dari program Nawacita ketiga pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun Indonesia dari pinggirandengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“Program unggulan itu antara lain pembentukan BUMDes dan BUMDes Bersama, pendirian Desa’SMart, dan penerapan agriculture estate,” ujar Dirjen yang akrab disapa Max.

BUMDes Bersama adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola bukan hanya oleh satu desa, melainkan merupakan gabungan dua atau lebih desa di satu kecamatan.

Dalam praktiknya, kata Max, BUMDes dapat membentuk sejumlah unit usaha untuk mengelola potensi di kawasan perdesaan yang bersangkutan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Misalnya, BUMDes membangun pasar kawasan dengan konsep rest area atau membangun jaringan mini market Desa’smart yang menampung dan menjual berbagai produk kebutuhan masyarakat berbahan baku sumber daya setempat.

Max mengungkapkan, beberapa BUMDes Bersama yang sudah berhasil dan memiliki kinerja baik antara lain, BUMDes Bersama di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso yang bergerak di bidang perkebunan coklat; BUMDes Bersama di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang bergerak di bidang perkebunan jeruk bali dan rumput laut; BUMDes Bersama di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik yang bergerak di bidang peternakan puyuh; dan BUMDes Bersama di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut yang bergerak di bidang pengolahan kopi, minyak akar wangi, dan kerajinan kulit.

Potensi BUMDes sangat besar bukan hanya untuk menggerakkan roda perekonomian perdesaan melainkan juga nasional. “Bayangkan jika kalau satu BUMDes rata-rata dapat untung Rp1 miliar per tahun, berarti akan ada Rp75 triliun yang dikantongi BUMDes,” kata Max merujuk potensi keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh desa-desa di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 74.754 itu jika semuanya sudah memiliki BUMDes/BUMDes Bersama.

Agriculture Estate

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas