Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Febri Diansyah, dari Aktivis Antirasuah hingga Menjadi Corong KPK

Febri juga didaulat menjadi juru bicara KPK yang baru menggantikan pelaksana harian Yuyuk Andriati Iskak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Profil Febri Diansyah, dari Aktivis Antirasuah hingga Menjadi Corong KPK
Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Foto bareng setelah pelantikan Febri Diansyah sebagai juru bicara KPK 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi melantik Kepala Biro Hubungan Masyarakat yang baru yakni Febri Diansyah.

Febri juga didaulat menjadi juru bicara KPK yang baru menggantikan pelaksana harian Yuyuk Andriati Iskak.

"Hasil tesnya dia yang terbaik. KPK menerima itu dari konsultan. Konsultan yang melakukan pemilihan dan ada beberapa yang lulus. Kemudian dibicarakan di tingkat pimpinan. Kalau dia terpilih kita nggak bisa nolak," kata Ketua KPK Agus Rahardjo usai pelantikan Febri Diansyah di auditorium KPK, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Seperti dilansir Wikipedia, Febri Diansyah, SH merupakan seorang aktivis antikorupsi Indonesia.

Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, ini merupakan tamatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2007.

Febri aktif di LSM yang bergerak di bidang pemantauan pemberantasan korupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ia ditempatkan di bagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Febri juga aktif menulis di beberapa media nasional seperti Kompas dan lainnya.

Dengan aktivitasnya di ICW dan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak serta pernyataan-pernyatannya dalam talk show di media elektronik, ia dipandang sebagai salah seorang tokoh muda antikorupsi di Indonesia.

Pada Februari 2012, Febri dianugerahi penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada tahun 2011.

Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi.

Sebut saja, kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas