Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suster Yemi Kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, Awalnya Canggung

Bagi suster Yemi, busana seperti itu adalah identitas bahwa dirinya seorang pemuka agama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Suster Yemi Kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, Awalnya Canggung
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Suster Yemi Maribouk bersama teman-temannya 

TRIBUNNEWS.COM, LOWOKWARU - Sebuah kelas yang menjadi ruang menimba ilmu bisa berfungsi juga sebagai ruang membina toleransi.

Interaksi yang terjadi di dalam kelas menggambarkan tidak ada sekat apapun bagi mereka yang ingin menimba ilmu.

Meskipun dengan latar yang beragam baik suku, ras dan agama.

Canda tawa justru hadir sebagai simbol kasih sayang dan saling mengenal.

Hal itu tergambar di ruang kelas Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Satu di antaranya ialah kehadiran Suster Yemi Maribouk (46) yang memang menjadi pembeda.

Ia adalah seorang biarawati.

Rekomendasi Untuk Anda

Setiap pergi ke kampus, ia selalu mengenakan busana biarawati berwarna putih yang khas dengan simbol kalung salip menggantung di dadanya.

Dari 25 mahasiswa di dalam kelas, memang hanya dia sendiri yang non muslim.

"Saya merasa senang dan aman. Teman-teman sangat baik," kesan Suster Yemi kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (14/12/2016).

Suster Yemi menceritakan, awalnya ia memang bertanya-tanya, apakah ia akan diterima atau tidak di UMM.

Pasalnya, ia tahu kalau UMM adalah kampus yang berbasis Islam.

Namun suster Yemi menjawab sendiri keraguannya itu dengan menjatuhkan pilihah kuliah di UMM.

"Soalnya, di kampus lain belum ada kelas akhir pekan. Hanya di UMM," katanya.

Awal-awal kuliah, suster Yemi masih terkesan canggung.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas