Politikus Gerindra Nilai Wajar SBY Mengeluh dan Kecewa di Twitter
"Saya rasa wajar saja Pak SBY mengeluh dan kecewa di twitter sebagai orang yang pernah memimpin negara ini,"
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Adi Suhendi
Terutama kelompok masyarakat yang tidak berkecimpung di partai politik yang sebenarnya memiliki pengaruh lebih besar dari partai, seperti serikat buruh dan ormas.
Menurut dia, keadaan sekarang seperti lahirnya sentimen anti RRC dan propaganda hitam tidak terlepas dari permasalahan yang ditinggalkan Pemerintahan SBY.
"Semua tidak lepas dari pemerintahan yang dipimpin SBY selama 10 tahun terakhir yang banyak meninggalkan masalah sosial, politik dan ekonomi yang harus dijalankan Joko Widodo dengan kemampuan terbatas," kata dia.
Arief menduga Jokowi akhirnya menggunakan jalan represif dan pintas dengan menabrak semua aturan dalam membuat kebijakan ekonomi, politik dan sosial.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo membenarkan cuitan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun twitter resminya @SBYudhoyono.
"Ya memang benar, tweet dari Pak SBY itu sangat singkat tetapi padat, sangat bermakna," kata Roy ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (20/1/2017).
Roy mengatakan SBY bila menulis sesuatu di twitter sudah paripurna sehingga tidak perlu ditafsirkan apalagi ditambahi.
"Mari kita semua Introspeksi terhadap apa yg sudah dituliskan oleh beliau dalam twit tersebut," kata Mantan Menpora itu.
Diketahui, cuitannya, SBY mempertanyakan kondisi negara dan berita- berita "hoax".
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru Fitnah 7 penyebar "hoax"berluasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*,"cuitnya, Jumat (20/1/2017).
Baca tanpa iklan