Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh 'Surat Cinta' Anas untuk SBY, Netizen: 'Ada yang Tidak Bisa Tidur Nyenyak Nih'

Lewat akun @anasurbaningrum tersebut, pria kelahiran Blitar itu menyinggung pernyataan SBY soal Islamphobia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rendy Sadikin
zoom-in Heboh 'Surat Cinta' Anas untuk SBY, Netizen: 'Ada yang Tidak Bisa Tidur Nyenyak Nih'
Tribunnews/Twitter
Anas Urbaningrum kembali mengirim tulisan dari balik jeruji, Selasa (14/2/2017) 

Seperti biasa, Anas menulis isi hatinya saat ini dalam sebuah kertas, lalu menitipkan pada admin yang mengelola akun Twitter @anasurbaningrum, Selasa (14/2/2017).

Terlihat cuitan itu bertanda *abah, yang berarti cuitan itu diunggah tim admin berdasarkan pernyataan langsung dari Anas Urbaningrum.

Dalam 'surat cinta'nya kali ini, Anas menuliskan 10 poin, tiga angka lebih banyak dari dua postingannya terdahulu yang hanya berjumlah 7 poin.

Isinya kurang lebih sama, yakni menyikapi pernyataan mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kali ini pria kelahiran Blitar tersebut menyinggung soal pernyataan SBY soal Islamphobia.

Menurut Anas, Islamphobia tidak akan berhasil karena realitasnya Islam dan Indonesia tak dapat dipisahkan.

anas
anas (Twitter)

Berikut isi pesan selengkapnya:

Rekomendasi Untuk Anda

1. Saya setuju Pak SBY menyatakan, "Jangan ada Islamophobia di negeri ini." *abah

2. Hemat saya, Islamophobia tidak akan berhasil. Realitasnya, Islam dan Indonesia tdk bisa dipisahkan. *abah

3. Teman2 bertanya, apakah saya percaya Pak SBY adalah pembela atau "pejuang" Islam? *abah

4. Itu rahasia Allah dan Pak SBY sendiri. Apakah pembela Islam atau menggunakan Islam untuk menyukseskan anaknya. *abah

5. Yg bukan rahasia adalah sulit menemukan rekam jejaknya dalam sejarah pergerakan (aktivisme) (umat) Islam di Indonesia. *abah

6. Karena itu, kurang elok jika untuk kepentingan pilkada lalu "memanfaatkan" isu Islam. *abah

7. Janganlah hanya demi mengejar ambisi kekuasaan lantas "memperalat" isu Islam. *abah

8. Itu hampir sulit dibedakan dng strategi politik "menghalalkan segala cara". *abah

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas