Polri Amankan Raja Arab di Ring 3
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis Al-Saud, bakal berwisata di Pulau Dewata bersama rombongan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pulau Bali bakal kebanjiran tamu dari Arab Saudi pada 4 hingga 9 Maret mendatang. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis Al-Saud, bakal berwisata di Pulau Dewata bersama rombongan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Ini merupakan kunjungan pertama penguasa Arab Saudi setelah 47 tahun lalu. Belum diketahui di mana rombongan tersebut akan menginap selama berada di Bali. Namun diperkirakan mereka akan menyewa kawasan Nusa Dua.
Polri segera menggelar pertemuan terkait pengamanan Raja Salman, sejumlah menteri dan puluhan pangeran dari negeri tersebut.
Menurut jadwal sementara, pada 1-3 Maret Raja Salman melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta, dan selanjutnya 4-9 Maret beristirahat di Bali.
"Itu baru mau dibahas. Nanti itu kan dikumpulkan di Setneg (Sekretariat Negara) dulu untuk bagaimana rencana pengamanannya. Kami (Polri), biasanya kebagian ring 3," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Menurut Rikwanto, personel Polri akan berada di ring 3 untuk pengamanan para tamu negara. Sedang ring 1 dan ring 2 menjadi bagian paspampres.
"Biasanya untuk pengamanan rangkaian iring-iringan tamu negara, voorijder kami mengawal di depan dan belakang. Sedangkan di penginapan di ring 3-nya," jelasnya.
Rencana kedatangan Raja Salman dan rombongan disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Jakarta, Selasa.
Menurut Pramono, Raja Salman didampingi 10 menteri dan 25 pangeran.
"Terakhir kali Raja Arab berkunjung ke Indonesia pada 1970. Kunjungan kali ini membawa rombongan terbesar," ujar Pramono.
Sejumlah kerja sama bakal dilakukan, di antaranya investasi Saudi Arabia melalui perusahaan tambang negara Saudi, Aramco, sebesar 6 miliar dolar AS.
Diharapkan, investasi Saudi Arabia secara keseluruhan mencapai 25 miliar dolar AS.
Baca: Sri Mulyani Warning PT Freeport
Selain itu, ada kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk pemberian santunan bagi anggota Densus 88 Antiteror yang gugur dalam melaksanakan tugas.
"Jadi anggota Densus yang meninggal dunia, orangtuanya akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi," ucap Pramono.
Baca tanpa iklan