Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anggota Densus 88 yang Tewas Layak Dapat Penghargaan Pemerintah Arab Saudi

Raja Salman menganggap anggota Densus 88 yang tewas ketika bertugas sebagai syuhada sehingga perlu diberi penghargaan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Anggota Densus 88 yang Tewas Layak Dapat Penghargaan Pemerintah Arab Saudi
ISTIMEWA
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak keluarga anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 akan mendapatkan penghargaan berupa pemberangkatan haji secara gratis dari Pemerintah Arab Saudi.

Pemberian penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas upaya Indonesia memberantas terorisme.

Rencana memberangkatkan haji para anggota keluarga Densus 88 itu diutarakan Raja Salman kepada Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius, saat kunjungan BNPT ke Arab Saudi, pada beberapa waktu lalu.

Raja Salman menganggap anggota Densus 88 yang tewas ketika bertugas sebagai syuhada sehingga perlu diberi penghargaan.

Ansyaad Mbai, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 2011-2014, menilai anggota Densus 88 layak mendapatkan penghargaan itu karena mereka melakukan pekerjaan berat selama mengabdi untuk negara.

"Anggota Densus itu ada beberapa tewas ditembak. Ada beberapa anak-anak kita yang sampai keluarga berantakan (bercerai) karena tak pulang-pulang, mengejar ke Poso, Solo," tutur Ansyaad, kepada wartawan, Jumat (24/2/2017).

Mantan Kepala Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu mengklaim, sampai 2014 ada 1.200 teroris ditangkap.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka tak hanya ditangkap, tetapi diproses hukum dan divonis di pengadilan. Artinya terbukti melakukan tindak kejahatan.

Tak jarang, pada saat dilakukan penangkapan itu aparat kepolisian dan Densus 88 terlibat adu senjata api.

Bahkan aparat penegak hukum itu juga menjadi sasaran dari para pelaku teror itu. Beberapa di antaranya, seperti operasi memburu teroris di Poso dan Nanggroe Aceh Darussalam.

"Anggota Polri itu lebih kurang 100 orang korban meninggal dan luka-luka. Tersebar di seluruh Indonesia," ujar pria yang masuk Akabri Pol Kepolisian tahun 1973 itu.

Namun, pemberian apresiasi atas upaya pemberantasan teroris itu berbanding terbalik dengan penerimaan sebagian masyarakat Indonesia. Menurut dia, ada sejumlah orang yang melecehkan pekerjaan anggota Densus 88.

Baca: Raja Arab Bawa Kargo 459 Ton Isinya Makanan, Minuman, Alat Perkantoran dan Kendaraan

Dia menjelaskan, mereka yang mencela beralasan upaya Densus 88 itu melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), alat propaganda Amerika Serikat, bahkan anggota disebut-sebut kafir.

"Masih ada pihak di dalam negeri membully Densus dengan segala macam fitnah, seakan-akan alat Amerika. Kami berharap dengan apresiasi raja itu akan menambah semangat meningkatkan kinerja melindungi masyarakat dari ancaman teror yang ada," tuturnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas