Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BNN Akan Umumkan Kandungan Permen Dot Besok

Budi Waseso mengimbau agar masyarakat tak resah dengan beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkotika dan obat-obatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in BNN Akan Umumkan Kandungan Permen Dot Besok
permen dot 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso mengimbau agar masyarakat tak resah dengan beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkotika dan obat-obatan.

Budi Waseso pun meminta masyarakat tetap waspada dengan peredaran permen yang diduga mengandung narkotika atau obat berbahaya lainnya.

Budi Waseso mengatakan, sore nanti atau esok pagi, hasil uji laboratorium BNN akan membuktikan apakah permen dot itu mengandung zat adiktif atau tidak.

Baca: BNN Belum Temukan Unsur Narkoba dalam Permen Dot

"Tidak usah takut berlebihan, tapi waspada tetap perlu, sudah kami tangani, sedang diuji di laboratorium, sore nanti atau besok hasilnya sudah bisa diketahui," ujar Budi Waseso di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/3/2017).

Budi Waseso berharap, masyarakat tak cemas hingga memboikot produk tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kita tunggu hasil resmi uji lab, mengandung narkoba atau tidak," ujarnya.

Permen keras ini dikemas dalam bentuk botol dot, kemasannya bergambar gajah dan katak.

Permen ini diproduksi dengan merek Penguin Brand dan diproduksi Xiamen Ying Wan Foodstuff dari China.

Permen diedarkan di Indonesia melalui PT Petrona Inti Chemindo yang berada di Jakarta Barat.

Mengenai permen dot ini, Pemerintah Kota Surabaya telah merazia permen yang diduga mengandung bahan berbahaya tersebut.

Permen yang beredar di sekolah-sekolah itu kini diuji di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya untuk memastikan kandungan dalam makanan yang beredar sejak tiga bulan lalu itu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Selasa (7/3/2017), di Surabaya, mengatakan, Minggu (5/3/2017), sejumlah camat di wilayah itu melaporkan beredarnya permen pada kemasan botol dot yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Dari laporan warga, ada anak yang pusing setelah mengonsumsi permen tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas