Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sepanjang 2016, Kemenristekdikti Tutup 140 Perguruan Tinggi Abal-Abal

Selama 2016, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menutup 140 perguruan tinggi abal-abal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sepanjang 2016, Kemenristekdikti Tutup 140 Perguruan Tinggi Abal-Abal
DOK. DPD RI
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat menghadiri rapat kerja bersama Komite III DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Selama 2016, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menutup 140 perguruan tinggi abal-abal.

"Bersih-bersih pertama, perguruan tinggi abal-abal kita tutup dulu," ujar Menristekdikti, Prof Mohamad Nasir, seusai menghadiri peluncuran Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (10/03/2017).

Nasir menjelaskan, perguruan tinggi abal-abal mempunyai izin tetapi tidak mengikuti proses pelajaran yang benar.

Baca: Reaksi Netizen Melihat Doktor Lulusan Amerika Dikibuli Mahaguru Abal-abal

Selain itu tidak ada perkuliahan namun mengeluarkan ijazah.

"Kemarin 243 (kampus) yang kita lalukan pembinaan. Dari jumlah itu, 140 sudah kita tutup. Yang 103 masih kita lakukan pembinaan dan ada perbaikan, tetapi pelanggarannya bukan itu," tegasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi yang ditutup tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun untuk Yogyakarta, tidak ada perguruan tinggi yang ditutup karena abal-abal.

"Ya, tersebar seluruh Indonesia, Yogyakarta yang jelas, bebas.Dan  2017 belum tahu perkembangan informasinya, ini kami lakukan agar perguruan tinggi semakin baik ," pungkasnya.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas