Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tarian Sufi Jadi Media Kiai Budi dan Romo Budi Rajut Kerukunan dan Persaudaraan

Komitmen merawat empat pilar kebangsaan itu harus dilakukan mengingat ancaman terorisme

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tarian Sufi Jadi Media Kiai Budi dan Romo Budi Rajut Kerukunan dan Persaudaraan
Ist
tarian sufi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua Kiai mencerahi para peserta Lokakarya Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Kom HAK) Regio Jawa yang berlangsung di Hotel Pandanaran, Semarang (17-19/3/2017).

Dua Kiai yang mencerahi Lokakarya Komisi HAK Regio Jawa itu adalah KH Imam Pituduh, Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kiai Budi Harjono Al-Jawi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Kiai Imam yang dikenal dengan sapaan "Kiai Gondrong" dalam paparannya menyadarkan para peserta Lokakarya untuk terus berjuang merawat dan menyelamatkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Komitmen merawat empat pilar kebangsaan itu harus dilakukan mengingat ancaman terorisme dan intoleransi yang terjadi di negeri ini seperti tampak dalam gerakan-gerakan radikal di Indonesia," ujarnya seperti dikutip ulang Romo Aloys Budi Purnomo Pr yang menjadi Ketua Komisi HAK Keuskupan KAS kepada Tribunnews.com, Senin (20/3/2017).

Ini menjadi semacam perang yang harus dilakukan bukan dalam sikap diam.

Melainkan dengan berani menyuarakan dan mewartakan kebenaran dan keadilan.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah melalui "perang Cyber" di dunia medsos (FB, Instagram, Tweety, V-blog) yang sedang buas dengan warna yang lebih beradab, inklusif, inovatif, dan transformatif.

Rekomendasi Untuk Anda

Orang baik berdosa bila berdiam diri menghadapi hoax, gosip dan fitnah cyber.

"Maka kita perlu saling bertukar "like" atau "share" atas kabar baik yang mewartakan kebenaran, keadian dan kesejahteraan," katanya.

Itulah hal sederhana namun nyata untuk mengaplikasikan tem Lokakarya Komisi HAK Regio Jawa, "Sukacita Merajut Hidup Inklusif, Inovatif, dan Transformatif dalam Masyarakat Multikultutal".

Menabur Cinta Kasih

Pada sesi Kiai Budi Harjono Al-Jawi yang menjadi narasumber bersama Romo Aloys Budi Purnomo Pr, suasana Lokakarya ditandai sukacita Tarian Sufi.

Tarian Sufi menjadi media bagi Kiai Budi dan Romo Budi untuk merajut kerukunan dan persaudaraan.

Romo Budi pun melantunkan lagu 'Amazing Grace' mengiringi tujuh Penari Sufi yang meliuk memutar meditatif di hadapan para peserta Lokakarya.

Selanjutnya Kiai Budi menerangkan bahwa Tarian Sufi adalah tarian cinta. Musik dan tarian menjadi sarana untuk mewujudkan hidup yang damai.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas