Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ahok vs Anies di Mata Najwa, Siapa yang "Menang"?

Sejak awal, saya langsung teringat serunya debat final Donald Trump dan Hillary Clinton dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tempo hari.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ahok vs Anies di Mata Najwa, Siapa yang
Metro Tv
Najwa Shihab memandu Debat Mata Najwa Babak Final Pilkada Jakarta pada Senin (27/3/2017) yang dihadiri kandidat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. 

Kartu Jakarta Pintar vs Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Jakarta Lansia vs Tunjangan Orang Tua, Ok Otrip vs integrasi moda transportasi, misalnya.

Serupa tapi tak mau dibilang sama, siapa yang lebih dulu dan siapa yang hanya bisa meniru. Itu pun hanyalah bumbu dalam debat.

Bumbu yang kami perlukan untuk meramu tontonan, walau diam-diam kami sesungguhnya sadar bahwa orisinalitas program tidak punya nilai lebih dalam demokrasi.

Karena seharusnya yang diukur bukan itu, melainkan efektivitas, kapasitas dan komitmen kandidat untuk menjalankan berbagai programnya.

Itu juga alasan mengapa secara khusus saya bertanya tentang gaya kepemimpinan. Meminta kandidat untuk menggambarkan gaya masing-masing dan menbandingkannya dengan lawan.

"Rahasia" tersisa

Ada satu "rahasia". Saya sesungguhnya masih menyimpan satu pertanyaan lanjutan untuk kedua kandidat.

Rekomendasi Untuk Anda

Siapa lebih cocok menjadi anak buah siapa? Apakah Anies lebih cocok menjadi anak buah Ahok? Atau Anies lebih pantas menjadi bos Ahok? Tapi saya memutuskan untuk menghentikan perdebatan soal itu saat Ahok dan Anies saling berbalas tentang siapa yang bisa memecat siapa.

Ada banyak PR kami sebagai penyelenggara debat. Masukan soal topik, alur debat dan kesempatan berbicara untuk ke dua kandidat secara lebih cair saat diskusi terbuka menjadi catatan pembelajaran penting untuk Mata Najwa yang sejak awal berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keberimbangan.

Apresiasi tertinggi tentu harus diberikan kepada Pak Basuki dan Pak Anies. Tidak ada keharusan bagi mereka untuk hadir di Mata Najwa.

Karena ini bukanlah debat resmi yang diselenggarakan KPU, institusi yang bisa memberikan sanksi kepada kandidat yang mangkir. Namun, keduanya tidak sekadar datang memenuhi undangan, tapi juga telah bersedia berpartisipasi dalam suatu "eksperimen" demokrasi.

Berdebat terbuka atas gagasan dan isu. Hasilnya? Semoga cukup seru dan bisa membantu Anda yang masih ragu. Sampai bertemu di Mata Najwa tiap Rabu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas