Raut Wajah Nazaruddin Mendadak Berubah Saat Ditanya Soal Peran Setya Novanto
Mimik wajah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, berubah saat nama mantan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto, disebut.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Saat itu, Anas minta realisasi atas kesepakatan yaitu 35 persen dari keuntungan bersih proyek e-KTP.
Novanto kemudian menjanjikan akan memberi 3 juta dollar AS pada Agustus atau September 2010.
"Apa benar keterangan di dalam BAP Saudara?" tanya jaksa.
"Mas Anas ketemu Andi. Setelah penetapan pemenang, dikasih 3 juta dollar. Pertemuan dengan Anas dan Andi benar," kata Nazaruddin.
Namun, Nazaruddin tak membenarkan ada Novanto dalam pertemuan itu.
Menurut dia, uang itu akhirnya diberikan kepada Anas oleh Andi.
Jaksa mempertanyakan keterangan yang berbeda soal Novanto. Dalam BAP jelas disebutkan bahwa Novanto yang menjanjikan Anas.
Namun, dalam sidang, keterangannya berbeda.
"Waktu itu... Lupa saya," kata Nazaruddin.
Sikap ini bertolak belakang saat kasus e-KTP belum diproses sejauh ini.
Beberapa kali Nazar menyebut Novanto terlibat dalam korupsi megaproyek tersebut.
Nazarudin menyebut Novanto sebagai pengendali proyek e-KTP, bersama Ketua Umum Partai Demokrat saat itu, Anas Urbaningrum.
Namun, saat itu Novanto membantah kicauan Nazaruddin.
Pada kesempatan berikutnya, Nazar kembali menyebut peran Novanto sebagai pemberi perintah untuk mengawal proyek e-KTP dan pembagian 'fee' ke sejumlah pihak.
Baca tanpa iklan