Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selain Disiram Air Keras, Novel Juga Pernah Diserempet Mobil

Novel bisa diserempet mobil karena mantan penyidik Polri itu memang kerap mengendarai sepedamotor untuk pulang ke kediamannya usai bertugas di KPK.

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Selain Disiram Air Keras, Novel Juga Pernah Diserempet Mobil
Anies-Sandi Media Center
Novel Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah berkali-kali penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengalami tindak kekerasan.

Aksi penyiraman air keras yang terjadi pagi tadi, Selasa (11/4/2017), hanya salah satu dari sekian banyak kejadian.

Pengacara Novel saat masih menjadi korban kriminalisasi, Julius Ibrani, kepada Tribunnews mengatakan salah satu aksi kekerasan yang dialami Novel adalah diserempet mobil, saat ia hendak pulang ke kediamannya di kawasan Kelapa Gading.

"Novel Baswedan sempat diserempet mobil dari samping waktu (Novel) bawa motor sampai menabrak warung rokok, tapi langsung ditolong (warga sekitar), itu kejadiannya malam-malam," ujarnya saat dihubungi.

Novel bisa diserempet mobil karena mantan penyidik Polri itu memang kerap mengendarai sepedamotor untuk pulang ke kediamannya usai bertugas di KPK.

Tampaknya pelaku memanfaatkan hal itu untuk melukai penyidik KPK yang kerap menangani kasus kakap tersebut.

"Untungnya waktu itu lalu lintas lagi ramai, jadi penyerempet tidak sempat ngapa-ngapain Novel," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Julius mengaku mengetahui cerita tersebut dari hasil penuturan langsung sang penyidik KPK.

Sampai saat ini, belum jelas siapa pelaku dibalik penyerempetan tersebut.

Novel sendiri mengaku kepadanya tidak jelas betul melihat mobil pelaku yang langsung melarikan diri itu.

Ia mengaku tahu sejumlah kasus kekerasan lain yang dialami orang-orang KPK, namun lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) itu enggan menuturkannya.

Nama Novel mencuat ke permukaan awalnya karena ia menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM pada 2012 lalu, yang menyeret Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol. Djoko Susilo.

Saat itu Novel masih berstatus sebagai penyidik Polri yang diperbantukan di KPK dengan pangkat Kompol.

Aksi itu berbuntut kepada upaya penangkapan Polisi terhadap Novel.

Saat itu Polisi bermodal kasus dugaan penembakan terhadap seorang pelaku pencurian oleh Novel, saat ia masih aktif sebagai penyidik Polri di wilayah Bengkulu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas