Bicara Soal Full Day School, Ibas Singgung Kebijakan Pendidikan Era SBY
"Tentu kita memberikan perhatian serius terkait hal ini. Niat baik memajukan pendidikan di Indonesia harus kita dukung,"
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Adi Suhendi
"Jadi silahkan ada rembug pendidikan nasional agar sinkron antarlembaga, antar aturan agar tidak menimbulkan kekhawatiran," kata Ibas.
Menurut Ibas, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, upaya membangun karakter anak didik telah diamanatkan melalui kebijakan K-13.
Dimana seluruh mata pelajaran diarahkan untuk membentuk murid agar mempunyai Kompetensi Sikap, Kompetensi Ketrampilan, dan Kompetensi Pengetahuan.
Dalam membangun wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan, dalam K-13 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) telah diperluas menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Selain memaksimalkan sosialisasi dan mendengarkan aspirasi elemen masyarakat, Ibas juga mendorong kebijakan sistem sekolah delapan jam tidak memberatkan pihak sekolah.
"Keberpihakan kepada orangtua dan siswa harus diperhatikan," katanya.
Jangan sampai kebejikan tersebut menambah beban anggaran sekolah yang pada akhirnya membebani orangtua siswa.
"Harus jelas target dalam setiap tahapannya," kata Ibas.
Ibas mengingatkan soal kesiapan sekolah-sekolah dalam mengimpelmentasikan kebijakan sistem sekolah delapan jam belajar sehari.
Menurut Ibas Kemendikbud perlu mempertimbangkan aspek kesiapan sekolah sesuai wilayah agar ada opsi bagi pihak sekolah untuk mewajibkan atau tidak wajib dilaksanankan seluruh sekolah.
Baca tanpa iklan