Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jenderal Tito Tak Ingin Jadi Kapolri Sampai Selesai 2022

Tito terbilang muda saat ditunjuk menjadi Kapolri, bahkan meloncati lima angkatan di atasnya. Jika bisa memilih, Tito ingin pensiun dini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jenderal Tito Tak Ingin Jadi Kapolri Sampai Selesai 2022
Repro/KompasTV
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers saat mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017). Kedatangan Kapolri untuk berkoordinasi terkait penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan keengganannya memimpin institusi Polri hingga masa pensiun 2022 mendatang.

Tito terbilang muda saat ditunjuk menjadi Kapolri, bahkan meloncati lima angkatan di atasnya. Jika bisa memilih, Tito ingin pensiun dini.

"Hati kecil saya tidak ingin sampai selesai 2022. Tambah stres nanti saya," ujar Tito di lapangan Silang Monas, Jakarta Lusat, Senin (10/7/2017).

"Saya butuh waktu untuk istri dan anak-anak saya juga," kata Tito.

Tito beralasan, jika Tito memimpin Polri sampai lima tahun lagi, maka akan berdampak buruk bagi dirinya dan institusi.

Organisasi Polri butuh penyegaran, kata dia, perlu adanya regenerasi pimpinan.

"Bayangin kalau saya jadi Kapolri terus, enam tahun, tujuh tahun, anggota bosan, organisasi bosan, saya juga bosan," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Terlebih lagi, menjadi Kapolri bukanlah hal yang mudah, menurut Tito. Ia menjalani kehidupan yang penuh tekanan karena banyak persoalan.

Menurut dia, wajar jika ia ingin melepas semua tekanan-tekanan itu.

"Kemungkinan ada waktu yana saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini," kata Tito.

Tito heran dengan banyaknya komentar atas niatnya untuk pensiun dini.

Menurut dia, di luar negeri, pensiun lebih awal dari waktunya merupakan hal yang lumrah.

Apalagi jika orang tersebut merasa selama ini telah bekerja keras dan menikmati sisa hidupnya dengan tenang.

Sementara di Indonesia, pensiun dini menjadi sesuatu yang aneh.

"Saya juga berhak menikmati hidup dengan keluarga dalam kehidupan yang less stressful," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas