Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala BNN Sebut 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Dalam Lapas

Bahkan Budi Waseso mengklaim jika peredaran narkotika di Indonesia 50 persen dikendalikan dari dalam lapas dan melibatkan petugas lapas itu sendiri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kepala BNN Sebut 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Dalam Lapas
Tribunnews.com/Syahrizal Sidik
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan kepada media terkait operasi penangkapan penyelundupan 45,59 kg sabu di Pantai Cermin, Sumatera Utara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa saat ini di lembaga permasyarakatan (Lapas) menjadi tempat transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Hal ini sering berulang kali disampaikan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso.

Bahkan ia mengklaim jika peredaran narkotika di Indonesia 50 persen dikendalikan dari dalam lapas dan melibatkan petugas lapas itu sendiri.

Lalu Kenapa hal itu bisa terjadi?

"Penggunaan narkotika lebih aman beli di lapas. Jatim begitu, selama di lapas ini dikendalikan. Cukup besar, 50 persen dikendalikan dari lapas. Tapi kan alasannya kapasitas, keterbatasan anggota, ya harus kita perbaiki," jelas pria yang akrab disapa Buwas ini kepada Tribunnews.com, Kamis (20/7/2017) di kantor BNN, Jakarta.

Buwas mengatakan pelaku menguasai kekuatan dari jaringan yang bekerja di lapas.

Rekomendasi Untuk Anda

Transaksi narkotika di lapas dilakukan oleh para petugas lapas atau sipir sebagai kurirnya.

Sebagai contoh kasusnya, pada tahun ini, pada 12 Juli, ada kasus Hendra Delpian, petugas sipil lapas kelas 2 Tarakan membawa 5 gram sabu.

Lalu pada 16 Juli petugas sipil lapas kelas 1 Sidoarjo, Arwin membawa 20 gram sabu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas