Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sketsa Wajah dari Kapolri Mirip Pria Misterius yang Datangi Rumah Novel Sebelum Diserang

Misteri pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mulai terkuak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Sketsa Wajah dari Kapolri Mirip Pria Misterius yang Datangi Rumah Novel Sebelum Diserang
capture video
Polisi mengakui adanya kemiripan antara sketsa wajah terduga pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan dengan pria berinisial AL yang sebelumnya pernah diperiksa pada 9 Mei lalu. 

Sang pembantu kemudian keluar dari dalam rumah untuk menemui pria itu.

"Saya tanya dia, ada apa Pak? Dia bilang, ada baju gamis laki-laki, cowok, nggak? Saya bilang nggak ada. Adanya gamis cewek. Lalu, tiba-tiba melengos pergi nggak pamit lagi," katanya.

Menurutnya, selain berperakan gempal, pria itu juga berkulit hitam kelam.

"Saya tidak memperhatikan bentuk rambutnya karena dia datang dan tanya cuma sebentar," katanya.

Gandeng AFP
Rina Emilda menambahkan, dari rekaman CCTV di rumahnya terlihat pria mencurigakan tersebut terlihat datang seorang diri mengendarai sepeda motor.

Orang itu terlihat mondar-mandir beberapa kali di jalan depan rumahnya.

"Waktu itu saya nggak curiga dan belum sempat bahas dengan Pak Novel soal tamu mencurigakan itu. Waktu itu Bapak juga sedang sibuk mengikuti persidangan kasus e-KTP," ujar Rina.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah terjadi penyerangan, Rina baru teringat kembali kedatangan pria tersebut.

"Baru setelah kejadian saya lihat rekaman CCTV," tambahnya.

Polda Metro Jaya pernah memeriksa AL setelah wajahnya terekam CCTV di rumah Novel. Namun polisi melepas AL karena punya alibi kuat yaitu pada saat terjadi penyerangan terhadap Novel dia sedang bersama sejumlah saudaranya di sebuah tempat.

Pembantu rumah tangga Novel mengaku sudah dua kali diperiksa polisi. Ia dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Polda Metro Jaya berencana minta bantuan Kepolisian Australia (Australia Federal Police/AFP) untuk mengidentifikasi wajah orang-orang yang terekam di CCTV.

"Jadi begini, kami ada kerja sama antar-kepolisian. Kami akan minta bantuan Kepolisian Australia itu, apakah CCTV yang kabur (gambarnya) itu bisa tidak sih diperjelas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu.

Kepolisian Australia dianggap memiliki teknologi yang dapat membantu mengidentifikasi orang-orang mencurigakan yang terekam CCTV.

Terutama rekaman CCTV detik-detik Novel Baswedan diserang oleh orang tidak dikenal.

Argo menerangkan, polisi telah melakukan empat kali olah tempat kejadian perkara, memeriksa 56 saksi, 50 rekaman CCTV, dan 100 toko kimia.

"Sudah banyak perkembangan yang kami lakukan mulai dari 11 April," kata Argo. (coz/den)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas