Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Mematikan Madrasah Diniyah Dinilai Berlebihan

Ia mengatakan inti persoalan ini berada pada peraturan hari sekolah dan PBNU yang secara resmi menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Alasan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Mematikan Madrasah Diniyah Dinilai Berlebihan
Tribunnews.com/Rina Ayu
Muhammad Izzul Muslimin saat diwawancarai pewarta usai menyatakan sikap di gedung pusat dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (9/8/2017). 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pernyataan PBNU yang menolak tegas Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dengan alasan akan mematikan keberadaan Madrasah Diniyah (Madin) dinilai berlebihan oleh Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah.

"Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini juga sedang akan dilaksanakan, artinya proses. Jadi jangan mengambil asumsi dan kesimpulan ketika sesuatu belum terjadi. Ini yang kami (Eksponen Muda Muhammadiyah) harapkan, ada dialog dari hati ke hati, jadi tidak berangkat dari prasangka agar persoalan ini bisa diselesaikan," kata Koordinator Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah, Muhammadi Izzul Muslimin, Rabu (9/8/2017), di gedung pusat dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kemudian akan ada silahturahmi, saya rasa Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah sangat terbuka," tambah Muhammad Izzul Muslimin.

Ia mengatakan inti persoalan ini berada pada peraturan hari sekolah dan PBNU yang secara resmi menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

"Bagi kami (Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah) hanya memberi sikap, bukan kami memaksakan peraturan tersebut, sama sekali tidak," tambahnya.

Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah mengharapkan semua persoalan dapat dibicarakan melalui musyawarah sesuai yang Islam ajarkan.

Diberitakan sebelumnya, PBNU menolak tegas keluarnya aturan hari sekolah pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2003.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat jam sekolah yang dipadatkan menjadi 8 jam sehari, maka akan mematikan Madrasah Diniyah (Madin) atau sekolah keagamaan pada sore hari.

Madrasah Diniyah merupakan kegiatan yang berisi pembelajaran tentang tafsir Al-Qur'an, fikih, Bahasa Arab baik gramatikal dan sastra, hingga pembelajaran akhlak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas