Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ruth Purba, Gadis Pembawa Baki Bendera Merah Putih Saat Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Ruth Cheline Eglesya Purba patut membuat warga Binjai, khsusnya SMAN 2 Binjai berbangga hati.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Ruth Purba, Gadis Pembawa Baki Bendera Merah Putih Saat Penurunan Bendera di Istana Merdeka
(Tribun Medan / Joseph)
Ruth Cheline Eglesya duduk di kursi Kapolres Binjai. Dia diapit Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu dan sang ayah, Aiptu Nelson Purba. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ruth Cheline Eglesya Purba patut membuat warga Binjai, khsusnya SMAN 2 Binjai berbangga hati.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Sumatera Utara mendapat kepercayaan membawa bendera Merah Putih dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017) petang.

Pelajar asal SMA Negeri 2 Kota Binjai ini adalah putri dari Aiptu Polisi Nelson Purba.

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, ternyata perjuangan untuk meraih posisi tersebut tidak mudah. Sang ayah, Aiptu Nelson Purba tidak mendukung upaya putrinya untuk menggeluti dunia baris-berbaris.

"Saya minta dia justru belajar saja bagus-bagus. Belajar yang gigih," katanya, Jumat (28/7/201) di Polres Binjai.

Nelson mengatakan, keinginannya untuk melarang putri pertamanya tersebut karena kasihan dengan kerasnya tempaan pelatihan paskibra.

Dia merasa tidak tega melihat putrinya yang manja itu dibentak-bentak hingga terlalu letih latihan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tahu bagaimana kerasnya latihan paskibra. Banyak dari mereka yang sampai menangis akibat kerasnya latihan. Saya tidak ingin anak saya tersakiti," katanya.

Pria yang bertugas di bagian Pengamanan Internal (paminal) ini bahkan berharap di dalam hati agar anaknya tidak lulus seleksi di tingkat Provinsi Sumut.

Dia juga sudah mewanti-wanti putrinya agar tidak stres bila kelak tidak lolos seleksi di tingkat provinsi. Dan katanya putri menyanggupi hal itu.

"Maaf cakapnya, mudah-mudahan tidak lulus. Capek kali nanti anakku, perempuan lagi," pinta pria bertubuh tinggi tegap ini.

Namun Tuhan berkehendak lain. Remaja dengan tinggi 172 ini justru lolos bersama rekannya dari SMAN 1 Medan.

"Setelah tiga hari dia latihan di Medan. Dia telepon aku. Katanya dia lulus. Aku tak percaya. Aku sangat bangga," katanya.

Bahkan, berdasarkan informasi dari putrinya beberapa waktu lalu, Ruth bersama empat rekannya yang lain masuk kandidat kelompok delapan yang bertugas sebagai pembawa, pengibar, penurun dan pengawal bendera.

Cita-cita Jadi Taruni Akpol

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas