Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selama di Singapura, Novel Baswedan Dimata-matai

Setidaknya sudah sejak April lalu, penyidik senior KPK, Novel Baswedan dilarikan ke Singapura untuk menjalani penyembuhan mata kirinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Selama di Singapura, Novel Baswedan Dimata-matai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Istri Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rina Emilda menunjukkan foto kondisi Novel Baswedan melalui layar ponsel saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (28/8/2017). Dalam keterangannya, menjelaskan kondisi terkini Novel Baswedan usai menjalani pengobatan akibat penyiraman air keras, serta mengharapkan Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Saya berharap pak Presiden mau melihat fakta-fakta penyerangan ini secara obyektif," ucapnya.

Dalam suratnya tertanggal 21 Agustus lalu, Emil dan kuasa hukumnya serta sahabat Novel Baswedan meminta agar presiden dapat menemui mereka sebelum Hari Raya Idul Adha.

"Tadi siang, sebelum konpres, saya tanya ke Pak Pratikno (Mensesneg) tapi belum ada jawaban apa-apa terkait pertemuan," kata dia.

Ketua Pemuda PP Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak yang juga hadir saat konfrensi pers, menjelaskan dirinya bersama dengan Emil dan juga pihak lain yang mendukung Novel ingin segera pemerintah turun tangan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta kasus tersebut.

Dari TGPF itu, diharapkan ada penyelesaian secara objektif karena masih terlihat kepentingan politik yang besar atas kasus tersebut.

"TGPF ini untuk membuka secara terang alasan mengapa peristiwa ini terjadi kepada Novel," tandas Dahnil.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas