Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Periksa Marathon Enam Saksi Terkait Tersangka Setya Novanto

"Diperiksa sejumlah orang sebagai saksi untuk tersangka SN (Setnov) dalam kasus korupsi KTP-elektronik," ujar Febri Diansyah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik keterlibatan politikus senior Partai Golkar Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP berbasis nomor induk kependudukan alias KTP elektronik (e-KTP).

Hari ini, Jumat (15/9/2017), KPK memeriksa 6 orang sebagai saksi.

"Diperiksa sejumlah orang sebagai saksi untuk tersangka SN (Setnov) dalam kasus korupsi KTP-elektronik," ujar Febri Diansyah juru bicara KPK ketika dikonfirmasi.

Keenam saksi itu terdiri dari tiga orang pegawai di Kemendagri yaitu Kepala Seksi Biodata NIK dan Kartu Keluarga Direktorat Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kurniawan Prasetya Atmaja, PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri Fajar Kurniawan, dan Mulyadi, mantan sopir dari Irman mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri yang juga salah satu terdakwa perkara e-KTP.

Selain itu ada pula tiga orang lain dari unsur swasta diantaranya Made Oka Masagung, Monny, dan Lulu.

Sekadar tahu, KPK saat ini tengah ditantang oleh Setnov untuk membuktikan keabsahan penetapan tersangka melalui sidang praperadilan.

Baca: Saksi Penting Proyek e-KTP Mengaku Pernah Didatangi Miryam S Haryani

Rekomendasi Untuk Anda

Sidang ditunda ke hari Rabu (20/9/2017) mendatang karena KPK merasa perlu melengkapi administrasi.

Meski begitu komisi anti rasuah ini yakin bakal menang.

Baca: Ekonom: Isi Ulang Uang Elektronik Dikenai Biaya, Dibebankan ke Masyarakat

Pihaknya juga mengantongi data adanya aliran uang kepada mantan bendahara umum Partai Golkar yang namanya sempat mencuat lantaran kasus "papa minta saham" ini.

"KPK akan terus mengejar indikasi aliran dana pada sejumlah pihak untuk kepentingan pemulihan kerugian keuangan negara," ujar Febri beberapa waktu lalu.

  
Reporter: Teodosius Domina 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas