Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Kata Fahri Hamzah Soal Pernyataan Prabowo Mengenai Bantuan Rohingya

‎"Kita kerjanya apa, hentikan pertumpahan darah, hentikan pembantaian oleh tentara, itu mungkin maksud Prabowo,"

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kata Fahri Hamzah Soal Pernyataan Prabowo Mengenai Bantuan Rohingya
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Wakil ketua DPR, Fahri Hamzah. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil ketua DPR, Fahri Hamzah ikut menjelaskan perkataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa bantuan Pemerintah Indonesia untuk warga Rohignya hanya pencitraan.

Menurut Fahri maksud perkataan Prabowo adalah pemerintah Indonesia bisa berbuat lebih besar dari hanya sekedar memberikan bantuan logistik.

Baca: PKB: Sindiran Prabowo Pemerintah Pencitraan Anggap Saja Rasa Peduli

‎"Kalau dihitung hitung dari kemampuan kita, apa yang dilakukan itu terlalu kecil, mungkin itu ekspektasi beliau," ujar Fahri di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, ‎Senin, (18/9/2017).

Menurut Fahri perkataan Prabowo tersebut merupakan bentuk kemarahan mantan Danjen Koppasus melihat adanya pembantaian.

Hal tersebut mirip sifat presiden Soekarno yang langsung meluapkan kemarahannya kepada negara lain.

Berita Rekomendasi

Baca: Mendagri Catat Ada 77 Kepala Daerah Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

‎"Tapi paling tidak bangsa sebesar Indonesia itu perlu kalimat lebih tajam, supaya darah berhenti, udah hampir sejuta orang mengungsi ke luar. Masa kita cuma ngirim bantuan kaya begitu padahal kita bisa lebih kuat," katanya.

Meskipun demikian, Fahri mengaku tidak‎ merendahkan apa yang sudah diberikan pemerintah Indonesia untuk warga Rohingya.

Adapun bantuan yang sudah diberikan pemerintah Indonesia antara lain, 30 ton beras, 14 ribu helai selimut.

Baca: Polisi Geledah Pabrik Pengolahan PCC di Cimahi

Kemudian 2 ribu paket makanan cepat saji, 20 unit tenda besas, 10 unit tanki air,600 paket keluarga, 900 paket pakaian, dan satu ton gula pasir.

Menurut Fahri apabila hanya bantuan logistik, pemerintah tinggal meminta kepada negara Banglades, tempat pelarian warga Rohingya.

Misalnya Indonesia meminta untuk membuat dapur dan berbelanja kebutuhan sandang dan pangan.

Baca: Patrialis Akbar Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Pemerintah Indonesia tidak perlu repot-repot terbang ke Mynamar atau Banglades.

‎"Kita kerjanya apa, hentikan pertumpahan darah, hentikan pembantaian oleh tentara, itu mungkin maksud Prabowo," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas