Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Analisa Pengamat Intelijen Soal Isu Kegaduhan TNI, BIN, dan Polri

Ruang publik dihebohkan oleh kegaduhan dan kekacauan informasi mengenai adanya dugaan 5.000 senjata ilegal yang masuk ke Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Analisa Pengamat Intelijen Soal Isu Kegaduhan TNI, BIN, dan Polri
Repro/KompasTV
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017). 

Akun anonim tersebut seolah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal.

Bahkan menyebarkan gambar-gambar hoax, seperti gambar tumpukan senjata AK 47 yang disebut milik Polri.

"Setelah ditelusuri di internet itu gambar tumpukan senjata di konflik Yaman tahun 2016. Jadi memang tujuannya adu domba dengan modal gambar hoax," katanya.

5. Kepentingan asing

Isu yang diembuskan ini merupakan upaya untuk membuat suasana Indonesia menjadi gaduh dan menaruh curiga kepada kepolisian, BIN dan TNI.

Padahal hubungan ketiga instansi tersebut baik-baik saja.

Menurut Ridlwan, aktor dari upaya pecah belah ini adalah pihak asing.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai pihak asing tersebut.

"Operasi intelijen asing yang sangat berbahaya karena mengadu domba para Bhayangkari negara, padahal hubungan Panglima, Kepala BIN, Kapolri harmonis dan baik baik saja, " tegasnya.

Selain agar hilang kepercayaannya pada pemerintah, Ridlwan meyakini, tujuan pihak asing tersebut adalah untuk mengganggu pembangunan di Indonesia.

"Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu isu sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah, ini sangat berbahaya, " katanya.

6. Tanggapan atas respons Menkopolhukam

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto sudah menegaskan bahwa hal itu hanya terkait komunikasi yang belum tuntas.

Tanggapan tersebut menurut Ridlwan, merupakan tindakan yang tepat.

"Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai, " kata Ridlwan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas