Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR Sarankan Polri Evaluasi Kepemilikan Senjata Api Personelnya

Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding meminta Polri mengevaluasi kepemilikan senjata api para personelnya secara berkala.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anggota DPR Sarankan Polri Evaluasi Kepemilikan Senjata Api Personelnya
youtube
Abdul Kadir Karding 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding meminta Polri mengevaluasi kepemilikan senjata api para personelnya secara berkala. 

Hal itu disampaikan Karding menanggapi peristiwa penembakan yang melibatkan sesama anggota Brimob di Blora, Selasa (10/10/2017).

Baca: Tim Sinkronisasi Serahkan Hasil Analisis ke Anies – Sandi

Jika senjata api itu disalahgunakan untuk membunuh warga sipil yang tidak melakukan tindak kejahatan, maka sudah seharusnya jajaran kepolisian melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Polri perlu untuk mengintensifkan evaluasi para anggotanya melalui tes psikologi secara berkala. Evaluasi itu terutama materi assessmen tbagi anggota Polri yang akan menempati jabatan maupun anggota yang dibekali senjata api," kata Karding, melalui keterangan tertulis, Umat (13/10/2017).

Ia mengatakan, persyaratan atas kepemilikan senjata api ini penting diperketat untuk menghindari terulangnya peristiwa yang sama.

Tanpa evaluasi, peristiwa seperti dikhawatirkan akan terus terjadi.   

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Karding, seorang anggota polisibisa sangat sehat fisik dan jiwanya saat baru bergabung di kepolisian.

Akan tetapi, kondisi ini bisa saja berubah di kemudian hari karena banyak faktor.  

Oleh karena itu, akan berbahaya jika polisi masih menanggung beban dan masalah secara pribadi, sehingga kontrol harus terus berjalan.

Selain itu, perlu dibangun sistem yang mampu mendeteksi sedini mungkin kondisi fisik dan jiwa hingga ke masing-masing personal.

Hasil evaluasi itu akan menentukan apakah seorang anggota layak dibekali senjata atau tidak.

Jika seorang anggota dalam kondisi labil dan mudah emosi karena persoalan yang dihadapinya, maka senjata api yang ada padanya harus segera ditarik.  

"Bahkan, Polri perlu untuk menyediakan layanan konseling guna memulihkan anggota tersebut sampai kondisinya bisa benar-benar stabil," lanjut Sekretaris Jenderal PKB itu.

Tiga personel Brimob, Kepolisian Daerah Jawa Tengah tewas diduga akibat ditembak rekannya sendiri, Selasa (10/10/2017) pukul 18.30 WIB.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas