Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi I DPR Gelar Uji Kelayakan 18 Calon Duta Besar

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, fungsi duta besar bukan hanya mewakili pemerintah Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Komisi I DPR Gelar Uji Kelayakan 18 Calon Duta Besar
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Pengacara senior Todung Mulya Lubis 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 18 calon yang terdiri dari 13 orang pejabat karir di Kementerian Luar Negeri dan lima orang masyarakat biasa, mengikuti uji kepatutan dan kelayakan terhadap para calon duta besar negara sahabat.

"Fit and proper test ini adalah sesuai dengan aturan perundang-undangan. Kami nanti akan bertanya tentang visi misi. Kedua, akan melengkapi data-data dan apa saja yang dapat dilakukan bapak-ibu (calon) dubes demi efektivitas peningkatan kerja sama antara dua negara untuk kepentingan bangsa Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, nama calon itu diserahkan oleh Pemerintah untuk mendapatkan persetujuan dari DPR.

Sebagai mekanisme sebelum membuat keputusan, Komisi I DPR lalu ditugaskan untuk melakukan proses evaluasi termasuk uji kelayakan dan kepatutan.

Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, fungsi duta besar bukan hanya mewakili pemerintah Indonesia.

Namun, juga harus bisa menempatkan kepentingan Indonesia di negara tujuan.

"Kami hanya memberikan rekomendasi," kata Hasanuddin.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari sejumlah nama, terdapat calon dubes RI untuk Jerman. Saat ini, Dubes RI untuk Jerman masih dijabat oleh Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke.

Berikut ini nama-nama calon dubes yang dijadwalkan diuji pada Senin ini:

1. Drs. Ade Padmo Sarwono, M.A (ASEAN)

2. Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M (Jerman)

3. Drs. Djauhari Oratmangun (Tiongkok merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing)

4. Drs. Hermono, M.A (Spanyol dan UNWTO)

5. Hersindaru Arwityo Ibnu Wiwoho Wahyutomo, S.H. LL.M (Portugal)
6. Irjen Pol Prof. Dr. Iza Fadri (Myanmar)

7. Irjen Pol Drs. M. Amhar Azeth, S.H (Romania merangkap Republik Moldova berkedudukan di Bucharest)

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas