Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beroperasi Selama 20 Tahun, Importir Miras Ilegal di Batam Tak Pernah Tersentuh

Polisi berhasil meringkus tiga orang yang menjadi otak penyelundupan tersebut. Tiga orang tersebut diantaranya BH alias KWK, F dan S.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Beroperasi Selama 20 Tahun, Importir Miras Ilegal di Batam Tak Pernah Tersentuh
Tribunnews.com/Fahdi
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengungkapkan bahwa importir penyelundup minuman keras (miras) ilegal di Batam sudah beroperasi selama 20 tahun. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengungkapkan bahwa importir penyelundup minuman keras (miras) ilegal di Batam sudah beroperasi selama 20 tahun.

Polisi berhasil meringkus tiga orang yang menjadi otak penyelundupan tersebut. Tiga orang tersebut diantaranya BH alias KWK, F dan S.

Baca: Gubernur DKI Sidak ke Kelurahan Cikini

Mereka memasukkan miras berbagai merek tanpa dilengkapi dengan dokumen atau tidak memiliki izin edar dalam mendistribusikan minuman beralkohol di Indonesia.

Miras itu sendiri berasal dari Malaysia dan Singapura. 

"Kami sudah indentifikasi bahwa pelaku ini menjalankan bisnis  ini sudah 20 tahun lalu, dan mereka tak kesentuh dengan daya upaya mereka supaya tak keliatan bisnis mereka," ujar Agung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya selama menjalankan bisnis 20 tahun itu, para pelaku sangat terorganisir dalam menjalankan bisnisnya.

Para pelaku menyimpan miras ilegal itu secara sembunyi yang disimpan di Pulau Buru. 

Oleh karena itu, Agung mengakui bahwa aparat kesulitan untuk menemukan para pelaku.

Namun, Agung berdalih jika importir yang menjalankan bisnisnya selama 20 tahun itu dilindungi oleh oknum aparat penegak hukum.

Pasalnya, sulitnya terungkap kelompok itu memang berdasarkan kerja yang terstruktur. 

"Kami tidak temukan indikasi itu (oknum aparat) yang kami temukan adalah mereka kerja secara tersembunyi," bantah Agung. 

Agung menuturkan importir itu dalam menyelundupkan miras dan meletakkannya ke gudang menggunakan kapal pribadi yang telah disiapkan.

Tak hanya itu, sambung Agung, ketika melakukan penyelundupan, pelaku juga mengklamufase minuman beralkohol tersebut dengan sedemikian rupa. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas