Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pabrik Petasan Terbakar

Saud Sempat Tak Percaya 13 Cucunya Jadi Korban Ledakan di Pabrik Petasan

Kepada Tribun, si kakek menceritakan bahwa 13 cucu dan satu anaknya menjadi korban dari kebakaran pabrik petasan di dekat rumahnya.

Saud Sempat Tak Percaya 13 Cucunya Jadi Korban Ledakan di Pabrik Petasan
Tribunnews.com/Amriyono
Saud 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria tua terlihat duduk termenung di dekat posko ante mortem RS Polri. Seraya menghisap kretek di jemarinya, dia sesekali terlihat mengusap kepalanya.

Matanya merah, jalannya terseok. Beberapa orang yang menemani pria itu, mengatakan kakek itu bernama Saud. Saud merupakan warga desa Belimbing, kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Kepada Tribun, si kakek menceritakan bahwa 13 cucu dan satu anaknya menjadi korban dari kebakaran pabrik petasan di dekat rumahnya.

Baca: Seorang Korban Ledakan di Pabrik Petasan Sempat Dikabarkan Hidup

"Cucu saya 13 orang meninggal semua. Satu anak saya belum ketemu," kata Kakek Saud, Senin (30/10).

Dia menjelaskan, dalam satu kampung, banyak anak dan cucunya yang dibawa oleh seseorang untuk bekerja di pabrik tersebut. Pembawa mereka, dinyatakan ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Yang bawa ya meninggal juga kemarin itu. Sudah dimakamkan," ujarnya.

Saud mengerti anak dan cucunya bekerja di pabrik pembuatan petasan. Hanya saja, tidak terbayangkan jika harus kehilangan banyak anggota keluarganya.

Meski begitu, dia mengaku sudah mengikhlaskan semua anggota keluarganya yang meninggal.

"Insya Allah, saya ikhlas," dia mengusap matanya.

Terakhir, seorang cucunya bernama Robiyah telah berhasil diidentifikasi. Robiyah, ucap Saud, baru bekerja selama dua minggu di pabrik itu.

Dia dibayar perminggu oleh perusahaan tempatnya bekerja. Untuk nominal, gadis berumur 16 tahun itu dibayar Rp 240 ribu seminggu.

"Katanya seminggu sekali dibayarnya. Sehari Rp 40 ribu," ucapnya mulai terisak.

Saat ini, tersisa tiga orang anggota keluarganya yang masih belum ditemukan, termasuk Omah, anak pertamanya. Dia berharap pihak rumah sakit dapat menemukan anggota keluarganya agar dapat segera dimakamkan.(rio)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas