Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ini 3 Sosok Tentara Jepang yang Membantu Indonesia Usir Penjajah Belanda

Ketiganya adalah Yang Chil Seong yang masih berdarah Korea yang dalam nama Jepang disebut Tanagawa, Aoki, serta Hasegawa.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ini 3 Sosok Tentara Jepang yang Membantu Indonesia Usir Penjajah Belanda
KOMPAS.com/Ari Maulana karang
Kasdim 0611 Garut Mayor Infanteri Aat Supriatna saat mengunjungi makam Komarudin alias Yang Chil Seong alias Tanagawa di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya. Tarogong Kidul, Garut. 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Taman Makam Pahlawan Garut yang ada di Kampung Tenjolaya Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul ternyata menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tiga tentara Jepang.

Satu di antaranya berdarah Korea.

Ketiganya dimakamkan di tempat itu karena ikut berjuang bersama rakyat Indonesia menghalau tentara Belanda pada agresi militer Belanda kedua tahun 1948.

Ketiganya adalah Yang Chil Seong yang masih berdarah Korea yang dalam nama Jepang disebut Tanagawa, Aoki, serta Hasegawa.

Iman Sukirman, penjaga Taman Makam Pahlawan Tenjolaya mengungkapkan, Yang Chil Seong, merupakan seorang prajurit yang ahli dalam membuat bom. Sementara, Aoki dan Hasegawa merupakan ahli strategi perang.

Baca: KPK : Tidak Ada Celah Bagi Setya Novanto

Ketiganya, selain bergabung berjuang bersama rakyat Indonesia, juga menyatakan masuk Agama Islam dan mengganti nama mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanagawa menjadi Komarudin, sementara Aoki menjadi Abu Bakar, dan Hasegawa menjadi Usman yang diambil dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW.

Iman menceritakan, ketiga tentara Jepang tersebut, bergabung dengan pasukan yang diberi nama Pasukan Pangeran Papak yang bermarkas di Kecamatan Wanaraja.

Bahkan, Tanagawa sempat menikahi gadis Wanaraja. Bersama pasukan Pangeran Papak, ketiganya berhasil menghalau tentara Belanda masuk ke Garut saat agresi militer Belanda yang kedua.

Baca: Keluarga Histeris Lihat Fitri yang Sedang Hamil Tewas Tergantung

"Sebelumnya dimakamkan di Pasir Pogor, sejak tahun 1982, ketiganya dipindahkan ke TMP Tenjolaya,"jelas Iman saat ditemui Kamis (9/11/2017) di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya.

Menurut Iman, dari sejarah yang diketahuinya, tiga tentara tersebut, memegang peranan kunci dalam menghalau Belanda masuk ke Garut.

Tanagawa, dengan keahliannya membuat bom, berhasil menghancurkan jembatan PTG yang saat ini dikenal dengan jembatan Kerkhof yang ada di jalan Perintis Kemerdekaan.

Strategi menghancurkan jembatan sendiri, merupakan strategi dari Aoki dan Hasegawa yang dilaksanakan oleh Tanagawa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas