Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sikap Aburizal Bakrie Atas Penetapan Tersangka Setya Novanto

"Kalau hukum memutuskan nggak bersalah ya nggak bersalah. Itu kalau bersalah kan masalah hukum mesti dilakukan. Saya kira masih ada upaya hukum,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sikap Aburizal Bakrie Atas Penetapan Tersangka Setya Novanto
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, kembali ditetapkan sebagai tersangka dalan kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (12/11/2017).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memberikan saran agar Setya Novanto menyerahkan kepada hukum yang berlaku.

Baca: Sabu 705 Gram Disembunyikan di Celana Dalam yang Dipakai Penumpang Pesawat Wanita Layaknya Pembalut

"Serahkan kepada masalah hukum," kata Aburizal Bakrie usai topping off gedung baru Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11/2017).

Selain itu, pria yang akrab disapa Ical pun mengatakan salah atau tidak bersalahnya Setya Novanto harus diserahkan kepada hasil persidangan.

Baca: Jokowi Akan Bertemu Perdana Menteri Jepang dan Ikuti Gala Dinner Perayaan 50 Tahun ASEAN

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau hukum memutuskan nggak bersalah ya nggak bersalah. Itu kalau bersalah kan masalah hukum mesti dilakukan. Saya kira masih ada upaya hukum," ucap Aburizal Bakrie.

Lebih lanjut, Ical mengatakan bahwa saat ini Setya Novanto fokus pada pekerjaannya.

"Kan ada AD/ART. Kita kajinya. Jangan kita berharap melanggar," ucap Ical.

Baca: Sandiaga: Tidak Ada Lagi Tanggal Merah Jelang Asian Games

Ical juga mengatakan, bahwa saat ini ada dari internal partai yang coba mendesak untuk Setya Novanto mundur dari Golkar.

"Kalau ada keinginan (mencopot Setnov) boleh saja, tapi jangan memaksakan. Yang penting Golkar tetap bersatu," jelas Ical.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas