Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teriakan 'Dadah Papa' Iringi Proses Pemindahan Setya Novanto ke RSCM

Setelah situasi lebih tenang, sebuah ranjang rumah sakit dibawa masuk ke ruang perawatan Novanto oleh dua petugas rumah sakit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Teriakan 'Dadah Papa' Iringi Proses Pemindahan Setya Novanto ke RSCM
WARTA KOTA/HO
Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Setya Novanto dibawa ke RSCM untuk tindakan medis lebih lanjut pasca kecelakaan yang dialami dirinya pada Kamis (16/11/2017) malam. WARTA KOTA/HO 

"Sampai sini boleh ya Pak, ambil foto saja," kata seorang wartawati.

Keamanan pun memberikan waktu beberapa menit kepada wartawati tersebut untuk mengambil foto di depan ruang fisioterapi dari jarak sekitar 30 meter dari kamar rawat Novanto.

Setelah menyelesaikan urusannya, ketiga wartawan tersebut kembali turun lewat tangga jalur evakuasi tempat mereka datang.

Setelah itu tampak dokter dari RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo masuk ke dalam ruangan perawatan Novanto lewat tangga utama yang berada lebih di dekat dengan ruang perawatan Novanto.

Seorang penyidik yang tadinya berada di depan ruangan berlari kecil sambil mengajak penyidik lain yang masih berdiskusi di depan tangga jalur evakuasi.

"Kita harus di sana, kita harus di sana," kata salah seorang penyidik sambil berlari ke arah penyidik lain yang tengah berdiskusi.

Kemudian rombongan penyidik tersebut berjalan ke arah ruang perawatan Novanto melalui lorong yang menghubungkan tempat tangga jalur evakuasi dan kamar Novanto.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Penghuni Tak Tahu Setya Novanto Sembunyi di Apartemen Kedoya Elok

Beberapa di antaranya masuk, sementara yang lainnya menunggu di depan pintu ruangan.

Tidak lama, Dokter Bimanesh kemudian keluar dari ruangan Novanto dan berjalan di lorong ke arah tangga jalur evakuasi.

Dokter tersebut menyobek beberapa lembar kertas di depan ruangan fisioterapi.

Dokter tersebut terus berjalan pelan ke arah ruangan poliklinik sambil menunduk.

Seorang penyidik terlihat menelepon seseorang sambil berjalan ke lorong depan ruang fisioterapi.

"Tolong ambil printer yang di mobil," kata penyidik yang berkemeja batik dan membawa ransel hitam.

Beberapa orang kemudian tampak keluar dari ruang Komite Medik yang berseberangan tak jauh dari ruang perawatan Novanto.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas