Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pilkada Jateng Makin Seru, Spanduk Minta Buwas Turun Gunung Mulai Bermunculan

Spanduk berwarna merah bertuliskan “Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya” bertebaran di kota-kota di Jawa Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pilkada Jateng Makin Seru, Spanduk Minta Buwas Turun Gunung Mulai Bermunculan
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada. 

Buwas dinilai sudah mempunyai sikap kepemimpinan yang tidak diragukan. “Ya dari diskusi-diskusi internal kita, Buwas lebih cocok. Kan sudah teruji kepemimpinannya dan jam terbang sudah jelas," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Yandri bahkan menjelaskan, jika Buwas ingin menjadi cagub dalam Pilgub Jateng, PAN tidak akan memaksanya menjadi kader.

Nama Buwas kembali mencuat jelang pendaftaran ke KPUD ini dianggap wajar oleh pengamat politik dari Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman.

Menurutnya saat menghadapi kebuntuan politik memang seringkali publik menghadirkan tokoh alternatif.

Oleh karena Buwas merupakan putera daerah dan merupakan tokoh nasional yang eksis, maka upaya menarik-tarik Buwas supaya kembali ke Jateng untuk membangun daerahnya tidak bisa dihindari. Apalagi saat yang sama, ada isu negatif yang membayangi pejabat petahan terkait kasus korupsi E-KTP.

“Pak Buwas diminta orang Jateng untuk turun gunung itu biasa, tinggal apakah secara personal beliau mau atau tidak. Persoalan teknis seperti partai politik dan kesiapan jaringan pemenangan saya kita bisa menyusul, sepanjang terbangun kesepakatan politik,” ujar saat dimintai komentar mengenai fenomena Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya, hari ini, 22/11.

Pengamat politik alumni UIN Jakarta ini menyatakan, Ganjar Pranowo memang hingga saat ini memiliki elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun bukan berarti politikus PDIP yang saat ini menjabat Gubernur Jateng itu tak punya titik lemah.

Ada kekhawatiran warga bahwa dirinya akan terseret kasus E-KTP apalagi namanya selalu disebut-sebut termasuk oleh Nazaruddin, turut menikmati uang haram itu. “Jadi jika Buwas serius dan mau, saya kira akan ada cukup partai yang siap mengusungnya,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas