Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Cukup Perhatikan 5 Hal Ini

Erupsi Gunung Agung, Bali, sudah berlangsung sejak Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 17.30 Wita dengan letusan mencapai 1.500 meter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tak Perlu Panik Gunung Agung Meletus, Cukup Perhatikan 5 Hal Ini
/RIZAL FANANY
Asap dan debu vulkanik menutupi kawasan Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017). Gunung Agung mengalami erupsi pada Sabtu (25/11) dan mengeluarkan asap hingga setinggi 1.500 meter. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Erupsi Gunung Agung, Bali, sudah berlangsung sejak Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 17.30 Wita dengan letusan mencapai 1.500 meter.

Hari ini, Minggu (26/11/2017), diperkirakan abu sudah mencapai ketinggian 3.000 meter.

Wisatawan yang tengah berada di "Pulau Dewata" tak perlu khawatir.

Sedikitnya ada lima hal yang perlu Anda lakukan terkait erupsi Gunung Agung.

1. Jangan panik

Pakar vulkanologi Surono mengatakan agar para wisatawan dan masyarakat yang ada di Bali tidak perlu panik. Sebab, tidak semua wilayah Bali tertutup dengan abu vulkanik.

“Bali itu, kan, luas, tidak semuanya tertutup dengan abu, dan terbangnya mengarah ke tengggara. Denpasar ada wilayah lain seperti di sebelah barat, utara, dan selatan dari Gunung Agung yang tidak bermasalah,” kata Mbah Surono saat dihubungi KompasTravel, Minggu (26/11) sore.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Tadi Malam Terdengar 2 Kali Dentuman Keras dari Gunung Agung, Ini Penjelasan Lengkap PVMBG

2. Berada di jarak yang aman

Wisatawan juga harus berada di daerah yang aman. Surono mengatakan, sebaiknya jika ingin mendekat, tetaplah pada jarak yang aman.

“Ya kalau mau melihat erupsi Gunung Agung sebaiknya dari luar radius 6 kilometer (dari Gunung Agung) itu sudah cukup,” kata dia.

3. Perhatikan arah angin

Mbah Surono mengatakan, saat ini abu vulkanik dari Gunung Agung terbawa angin yang mengarah ke tenggara. Wisatawan dapat mencari informasi soal arah angin yang membawa abu vulkanik tersebut sehingga nantinya dapat memilih obyek wisata di Bali yang tidak terpapar abu vulkanik.

4. Gunakan masker

Demi keselamatan dan kesehatan, wisatawan juga masyarakat sebaiknya sedia masker. Sebaiknya masker digunakan jika Anda berada di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas