Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Jokowi Bertemu Dosen Pembimbingnya yang Galak di UGM

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan sejumlah dosen, alumni, dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Saat Jokowi Bertemu Dosen Pembimbingnya yang Galak di UGM
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Joko Widodo menjawab sejumlah pertanyaan wartawan istana kepresidenan dalam acara berbuka bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7/2015). Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja dan diisi dengan shalat berjamaah dengan wartawan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan sejumlah dosen, alumni, dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.

Hal itu dilakukan Jokowi usai memberikan kuliah umum pada acara Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM),

Suasana silaturahmi berlangsung dengan akrab dan penuh canda.

Saat dimintai kesan dan pesan untuk Fakultas Kehutanan UGM, Presiden Joko Widodo pertama kali menyebut nama guru pembimbing skripsi beliau saat dahulu menempuh perkuliahan.

Baca: Cerita Jokowi Saat Mahasiswa Bercelana Cutbrai dan Gondrong, Ingin Jadi Pegawai Perhutani

"Yang pertama saya sampaikan penghargaan setinggi-tinggiya, kepada dosen pembimbing saya, Pak Kasmujo. Beliau itu, waktu membimbing saya, seingat saya galak sekali," ujar Presiden yang langsung disambut tawa.

Pak Kasmujo yang turut hadir dalam acara tersebut diminta Presiden untuk maju ke panggung.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, Kepala Negara berterima kasih atas bimbingan yang telah diberikannya sambil mengenang masa-masa perkuliahan dulu.

"Saya lupa berapa kali bolak-balik (bimbingan). Begitu maju, dibentak disuruh balik. Sekarang alhamdulillah, atas bimbingan Pak Kasmujo selesai skripsi saya," kenangnya.

Baca: Presiden Jokowi Harap UGM Jadi Contoh Perubahan Besar dalam Dunia Pendidikan

Presiden kemudian bercerita, sama seperti rekan-rekan seangkatannya dulu, beliau ingin sekali bekerja di Perum Perhutani.

Namun, saat itu Jokowi tidak berhasil diterima di sana.

"Saya mendaftar tidak diterima, diterimanya jadi Presiden," candanya yang lagi-lagi disambut tawa.

Majukan Perhutanan Indonesia

Kesempatan bertemu dengan rekan-rekan dan alumni yang bekerja di kehutanan tak disia-siakan oleh Presiden. Dalam acara tersebut, Kepala Negara sekaligus menitipkan pesannya agar pengelolaan hutan di Indonesia dapat menjadi lebih baik.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas