Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sepeda Hadiah Jokowi Jadi Trend 2017, Mulai Santri Sampai Raisa

"Diambil sepedanya," begitu potongan kutipan Presiden Joko Widodo yang banyak ditiru orang dan sempat trending pada tahun ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sepeda Hadiah Jokowi Jadi Trend 2017, Mulai Santri Sampai Raisa
Tribun Pontianak
Ivan menolak sepeda “bencong” hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pontianak, Jumat (22/8/2015). 

Hadiah sepeda Jokowi pun dirasakan banyak santri, mulai dari Pesantren terpencil di beberapa daerah di Pulau Jawa sampai di Sumatera Utara.

Kuis yang dimanfaatkan Jokowi untuk berinteraksi dengan masyarakat ini sekaligus mengingatkan kepada masyarakat bahwa Indonesia adalah negara yang besar, yang terdiri puluhan ribu pulau, beragam suku dan agama, namun bersatu di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu selalu ia ungkapkan saat menggelar kuis berhadiah sepeda.

Pemberian hadiah berupa sepeda juga bukan tanpa alasan. Presiden Jokowi mengatakan ada makna filosofis yang terkandung dari hadiah sepeda tersebut.

Sesuai penuturannya di dalam akun Facebook resminya beberapa waktu lalu, bersepeda merupakan cerminan dari kemandirian dan kerja keras.

"Bersepeda itu mandiri dan bekerja keras. Kemajuan, kelajuan, juga kecepatan dihasilkan dari usaha sendiri, gerak tubuh sendiri, tanpa mesin atau dorongan tenaga orang lain. Seberapa cepat kita ingin sampai ke tujuan tergantung seberapa keras kita mengayuh," ungkap Jokowi.

Ia menambahkan, bersepeda merupakan wujud dari kebersamaan, yang didalamnya terdapat koordinasi dan pembagian fungsi dari berbagai anggota tubuh.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dengan mengayuh sepeda seluruh anggota badan bergerak dalam harmoni. Dua tungkai kaki mengayuh pedal seirama, mata memandang awas ke depan, tangan menggenggam kemudi seraya jari waspada menarik tuas rem," jelasnya.

Menurut Jokowi, bersepeda itu juga bergerak maju dalam keseimbangan.

"Jika jalan menanjak, badan sedikit membungkuk. Jika berbelok ke kanan atau ke kiri, tubuh ikut menyelaraskan. Satu yang tetap, titik berat pesepeda selalu ada di tengah-tengah," ujar Jokowi.

Bersepada juga sangat bersahaja dan bisa dinikmati oleh semua orang, semua usia, lintas suku dan peradaban.

"Pendeknya, bersepeda itu adalah bekerja keras dan mandiri, melaju dalam harmoni dan keseimbangan. Dan karena itulah, saya senang berbagi sepeda di setiap acara dan kunjungan," pungkasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas