Politikus PDIP: Mayjen TNI Doni Monardo Cocok Jabat Pangkostrad
Charles Honoris mengatakan, rotasi pimpinan tertinggi di tubuh Kostrad tidak boleh terlalu lama dibiarkan menggantung.
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) bakal kosong, setelah Letjen Edy Rahmayadi menyatakan diri untuk pensiun dini dan mundur dari TNI, karena akan mengikuti rangkaian tahapan politik sebagai calon Gubernur Sumatera Utara.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan, rotasi pimpinan tertinggi di tubuh Kostrad tidak boleh terlalu lama dibiarkan menggantung.
"Apalagi saat ini Letjen Edy Rahmayadi sudah nampak di publik melakukan aktivitas sebagai calon gubernur Sumatera Utara bersama partai-partai pendukungnya," kata Charles saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (2/1/2018).
Baca: Libur Panjang, Hampir Sejuta Penumpang Padati Bandara Juanda
Menurutnya, pengganti Letjen Edy Rahmayadi harus memiliki kualifikasi yang baik dan teruji.
"Kostrad mempunyai tugas pokok menyelenggarakan OMP (Operasi Militer Untuk Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD," katanya.
Charles menjelaskan, yang paling penting, pengganti Letjen Edy harus menjunjung tinggi profesionalitas dan jauh dari politik praktis.
Dirinya mengatakan, calon Pangkostrad setidaknya pernah menjadi komandan teritorial setingkat Pangdam sehingga memahami struktur dan komando organisasi di tubuh TNI AD.
Selain itu, pengganti Letjen Edy juga setidaknya pernah ditugaskan ke daerah yang dulunya rawan seperti Maluku, dan Papua bisa menjadi nilai tambah.
"Saya melihat ada beberapa perwira tinggi AD yang layak sebagai calon Pangkostrad pengganti Letjen Edy. Salah satunya Mayjen Doni Munardo yang saat ini bertugas sebagai Pangdam Siliwangi," kata Charles.
"Tapi, penunjukan Pangkostrad yang baru sepenuhnya wewenang KSAD dan Panglima TNI. Siapapun nantinya yang diangkat harus bisa berkontribusi menjadikan TNI institusi yang kuat dan profesional," katanya.
Doni Monardo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 sebelum menjabat sebagai Pangdam Siliwangi. Doni pernah menjabat sebagai Pangdam Pattimura selama dua tahun di Maluku.
Dia juga pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus pada 2014. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Doni menjadi Komandan Paspampres.