''Mahar Politik Ruangnya Sangat Gelap dan Sulit Dijangkau''
Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi mengatakan ada langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasi persoalan mahar politik.
Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi mengatakan ada langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasi persoalan mahar politik.
Menurutnya, mahar politik munculnya dari si kandidat itu sendiri yang kerap mengungkapkannya di ruang publik.
"Mahar politik ruangnya memang sangat gelap dan sulit dijangkau," kata Veri di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Baca: Tunjuk Jadi KSP, Jokowi Kirim WhatsApp Tengah Malam ke Moeldoko, Baru Dibaca Dini Hari
Namun menurut Veri, dengan munculnya fakta-fakta yang mengemuka di publik seharusnya mahar politik tersebut dapat diungkap.
Dan dengan fakta-fakta tersebut yang bertebaran di ruang publik membuat Bawaslu lebih mudah dalam menjalankan tugasnya dalamm penegakan proses berdemokrasi.
"Ada mekanisme hukum yang bisa dilakukan Bawaslu, dengan memanggil para pihak. Mestinya tidak sulit untuk pembuktian," tuturnya.