Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mabes Polri Masih Gali Keterangan Soal Kronologi Penembakan Kader Gerindra Oleh Briptu AR

Mabes Polri masih menyelidiki kronologi perselisihan antara anggota Brimob, Briptu AR dengan kader Gerindra, Fernando Wowor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mabes Polri Masih Gali Keterangan Soal Kronologi Penembakan Kader Gerindra Oleh Briptu AR
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri masih menyelidiki kronologi perselisihan antara anggota Brimob, Briptu AR dengan kader Gerindra, Fernando Wowor.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara pasti kronologi peristiwa yang menewaskan Fernando.

Baca: KPK Dalami Kronologis Insiden Tabrak Tiang Listrik dari Istri Setya Novanto

"Saya belum tahu. Yang pertama tentunya kita melihat kronologi yang sejelas-jelasnya," kata Setyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2018).

Dikatakan dia, pihaknya akan menggali informasi secara lengkap soal kejadian tersebut.

"Bukan kronologi versi A dan versi B, itu yang pertama. Sehingga nanti bisa jelas siapa berbuat apa, siapa bertanggung jawab, siapa yang memulai atau memicu. Itu harus dilihat dulu," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Presiden Jokowi Ingin Seluruh Penerbitan Sertifikat Tanah Kelar di Tahun 2025

Semua saksi, kata Setyo, saat ini masih dalam tahapan dimintai keterangan.

"Polisi (dalam) menyidik melihat kronologi dulu. Ingin saya sampaikan sementara (kasusnya) sedang diproses. Saksi semua dimintai keterangan, si A, B dan C yang melihat ini," ungkapnya.

Terkait keterangan dari Briptu AR, pihak kepolisian masih menunggu waktu yang tepat untuk mewawancarai anggota Brimob yang ternyata pernah menjadi ajudan Dankor Brimob Irjen Murad Ismail.

Baca: Komnas HAM Akan Fokus Awasi Ujian Kebencian, Hoax, dan Isu SARA Dalam Pilkada 2018

Hal itu dikarenakan kondisi Briptu AR yang tidak memungkinkan untuk diperiksa.

Setyo mengatakan jika Briptu AR mengalami patah tulang dan gegar otak.

"Ia (Briptu AR) ada beberapa patah tulang dan gegar otak," pungkasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas