Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pilkada Serentak Dongkrak Perekonomian di Daerah

Naiknya sektor konsumsi tersebut salah satunya adalah dengan pembuatan kaos dan flyer menjelang pilkada

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pilkada Serentak Dongkrak Perekonomian di Daerah
Syahrizal Sidik/Tribunnews.com
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan ajang Pilkada Serentak bisa mendongkrak perekonomian di daerah. 

 Pasalnya, kata Tjahjo, adanya hajatan demokrasi tersebut bisa mengerek perekonomian di masing-masing daerah seiring dengan naiknya sektor konsumsi. 

 Naiknya sektor konsumsi tersebut salah satunya adalah dengan pembuatan kaos dan flyer menjelang pilkada yang diharapkan bisa mengerek perekonomian di daerah. 

 “Harusnya bisa meningkat, karena bikin kaos, flyer, ada pertumbuhan yang bagus, harusnya begitu,” ujar Tjahjo  usai rapat  Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kompleks Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (22/1/2018).

 Sebagai informasi, Indonesia akan menghelat ajang pesta demokrasi di 2018. Terdiri dari 171 daerah yang tediri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018.

Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Baca: Yasonna Laoly Ingatkan Ribuan CPNS Tidak Menyalahgunakan Narkoba

Rekomendasi Untuk Anda

 Mendagri juga optimismis, perekonomian Indonesia akan tetap positif di tahun politik, salah satunya dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga stabil.

 “Harusnya demikian, karena sektor konsumsi naik, inflasi turun,” katanya. 

 Mendagri menambahkan, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional cukup baik, oleh karena itu tetap mendorong agar pertumbuhan ekonomi dan inflasi di daerah tetap terjaga melalui TPID. 

 “Pertumbuhan ekonomi nasional sudah baik, walaupun ada kebijakan global ada tapi tidak banyak pengaruh, misal AS yang sekarang lagi krisis, tapi gak ada pengaruh di sini, yang penting konsumsi masyarakat bisa meningkat,” katanya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas