Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak

Polisi Jadi Penjabat Gubernur, Politis kah?

Tingginya potensi konflik jelang Pilkada serentak ditengarai sebagai alasan penunjukan Polisi sebagai penjabat.

Polisi Jadi Penjabat Gubernur, Politis kah?
KOMPAS IMAGES
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan 

Sebuah langkah berujung polemik, lahir melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Dua Jenderal Polisi aktif yang akan ditempatkan sebagai penjabat kepala daerah, jadi pemicunya.

Adalah Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal M Iriawan sebagai penjabat Gubernur Jawa Barat dan Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Martuani Sormin sebagai penjabat Gubernur Sumatera Utara.

Tingginya potensi konflik jelang Pilkada serentak ditengarai sebagai alasan penunjukan Polisi sebagai penjabat.

Baca: Yusril: Seorang Polisi tidak Bisa Menjabat sebagai Gubernur Sementara

Sejatinya, Polisi diciptakan tidak untuk bidang pemerintahan.

Polisi adalah aparat yang menjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum.

Lantas, sudah tepatkah Jenderal Polisi jadi penjabat kepala daerah?

Adakah ini bagian dari konsolidasi politik Pemerintahan Jokowi?

Saksikan talkshow Satu Meja episode "Polisi Jadi Penjabat Gubernur, Politiskah?", Senin 29 Januari 2018 pukul 22.00 WIB LIVE, bersama Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas