Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat 'Super Blue Blood Moon', Bulan Jadi Warna Biru, Merah, atau Ungu ?

Setelah lebih dari 150 tahun, fenomena 'super blue blood moon' akan kembali terjadi pada akhir Januari mendatang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Saat 'Super Blue Blood Moon', Bulan Jadi Warna Biru, Merah, atau Ungu ?
(Curious Mind Magazine)
Penampakan fenomena super blood moon. (Curious Mind Magazine) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah lebih dari 150 tahun, fenomena 'super blue blood moon' akan kembali terjadi pada akhir Januari mendatang.

Namun, jika dilihat dari namanya yang mengandung kata "blue" dan "blood", apakah artinya bulan akan berubah warna menjadi biru, merah darah, atau campuran keduanya, yaitu ungu?

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan langka itu akan terjadi pada 31 Januari.

Baca: Fenomena Super Blue Blood Moon Langka, Warga Diimbau Ikut Observasi Selain Menikmati

Dwikorita memastikan, proses 'super blue blood moon’ kali ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas.

Menurut penjelasan Badan Antariksa AS (NASA), 'super blue blood moon’ disebut langka lantaran gerhana bulan total terjadi bertepatan dengan fenomena ‘supermoon’ dan ‘blue moon’.

Rekomendasi Untuk Anda

‘Supermoon’, alias bulan super, merupakan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi.

Baca: Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf Saat Gerhana Bulan Total Pada 31 Januari, Begini Tata Caranya

Jika ‘supermoon’ terjadi, bulan hanya akan terpaut jarak 358.994 kilometer dari bumi, lebih dekat dari jarak rata-ratanya, yaitu 384.400 kilometer.

Sedangkan, ‘blue moon’ adalah istilah yang digunakan untuk menandakan bulan purnama (full moon) kedua dalam sebulan.

Jadi, ‘super blue blood moon’ pada intinya adalah gerhana bulan total yang terjadi saat bulan dalam posisi paling dekat dengan bumi dan muncul secara penuh (purnama).

‘Super blue blood moon’ merupakan sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sejak 152 tahun lalu.

Baca: Atasi Campak dan Gizi Buruk di Papua, Satgas Khusus Kesehatan TNI Akan Beroperasi 1 Tahun

Penampakan 'super blue blood moon' memang akan berbeda dari penampakan bulan pada umumnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas