Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

‎Jokowi Sebut Tugas Diplomat Zaman Sekarang Tidak Mudah

Menurut Jokowi, persaingan ekonomi semua negara semakin tajam, dimana semuanya ingin menjadi pemenang dan kecenderungan peningkatan proteksionisme

‎Jokowi Sebut Tugas Diplomat Zaman Sekarang Tidak Mudah
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Presiden Joko Widodo di acara resepsi pernikahan putra pelatih panahan di Bogor, Sabtu (10/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo menilai tugas menjai diplomat pada zaman sekarang tidaklah mudah, seiring banyaknya ketidakpastian yang terjadi di dunia.

"Konflik, perang, terjadi dibelahan dunia, krisis kemanusiaan, pengungsian yang mencapai jutaan, kejatahan lintas batas, teroris, mengancam semua negara bukan hanya Indonesia," tutur Jokowi dalam acara peresmian pembukaan rapat kerja kepala perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (12/2/2018).

Menurut Jokowi, persaingan ekonomi semua negara semakin tajam, dimana semuanya ingin menjadi pemenang dan kecenderungan peningkatan proteksionisme, baik melalui hambatan tarif dan non tarif.

"Inilah kehidupan dunia kita sekarang, inilah tantangan kita, inilah tantangan saudara-saudara yang harus kita hadapi, tantangan diplomat, terutama diplomat-diplomat kita," ujar Jokowi.

Baca: Kabar Alexis Kembali Beroperasi, Sandiaga Uno Tunggu Laporan Kepala Dinas Pariwisata

Baca: Pagi Ini Emas Antam Dijual Rp 636.000 Per Gram

‎‎Mengingat tantangan dunia yang tidak mudah, maka Jokowi bersama masyarakat mengharapkan para diplomat Indonesia mampu memperjuangkan kepentingan Tanah Air dan rakyat Indonesia.

"Oleh karena itu tindakan baru reformasi kita, harus terus kita sesuai dengan tantangan zaman yang ada, diplomasi yang cepat, responsisf, tanggap, bukan diplomasi yang membuang uang, tapi diplomasi yang menghasilkan uang," paparnya.

Selain itu, Jokowi pun meminta upaya-upaya diplokasi harus berpihak pada perlindungan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dan tidak mundur se-inci pun dalam membela kedaulatan negaranya.

"Diplomasi yang memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia," ucap Jokowi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas