Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nusron: Pelaku Penyerangan Terhadap Pemuka Agama Bukanlah Orang Beriman

"Saya yakin pelakunya adalah orang yang tidak beriman. sekali lagi pelakunya adalah orang yang tidak beriman,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Nusron: Pelaku Penyerangan Terhadap Pemuka Agama Bukanlah Orang Beriman
TRIBUNNEWS/FERDINAND WASKITA
Nusron Wahid 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Golkar Nusron Wahid mengatakan pelaku penyerangan terhadap pemuka agama bukan lah orang yang beriman.

Baik itu yang menyerang dua ulama di Jawa Barat‎, maupun yang menyerang pastor dan jemaah gereja St Lidwina.

"Saya yakin pelakunya adalah orang yang tidak beriman. sekali lagi pelakunya adalah orang yang tidak beriman," ujar Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Baca: Pemalsu Rokok Diringkus Polsi di Jakarta Selatan

Nusron mengatakan penyerangan terhadap pemuka agama dalam waktu yang berdekatan bukanlah suatu kebetulan.

"Preman mengaku gila kemudian menghajar Kiai. Kemarin juga mengaku gila, menghajar jemaah masuk gereja," katanya.

Ia meyakini ‎ada upaya sistematis yang terorganisi untuk meciptakan suasana ketidaknyamanan di masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: JR Saragih Tak Lolos Jadi Calon Gubernur Sumut, Wasekjen Demokrat: Keputusan KPU Melawan Akal Sehat

"Saya yakin ini ada yang mengorganisir dan yang mengorganisir pasti adalah orang gila, yang mengorganisir orang gila, untuk kepentingan yang gila juga. Entah gila apa. gila banyak, bisa gila kekuasaan, gila politik, kita nggak tahu," katanya.

Menurut Nusron terdapat dua tujuan ‎pelaku tersebut menyerang pemuka agama.

Pertama untuk menciptakan suasana yang tidak aman sehingga memicu ketakutan di masyarakat yang mengakibatkan kegiatan ekonomi terhambat.

Baca: Rencana Bawaslu Atur Materi Khotbah Di Tempat Ibadah Dinilai Kurang Tepat

Kedua mendiskreditkan kepolisian yang seolah-olah gagal menjaga keamanan masyarakat.

‎"Karena itu kita minta dalam waktu sesingkat-singkatnya polisi harus sudah mampu menangkap dan membuka sindikat Siapa yang mengorganisir itu," ucapnya.

Ia meyakini bila p[eristiwa beruntun tersebut berdiri sendiri.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas