Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

PDIP Kembali Usung Jokowi Nyapres di 2019, Usai Verifikasi Langsung Lobi-lobi Politik

Menurut dia, partai politik pengusung pemerintah juga sedang berkonsolidasi internal.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in PDIP Kembali Usung Jokowi Nyapres di 2019, Usai Verifikasi Langsung Lobi-lobi Politik
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Hasto Kristiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melakukan 'lobi-lobi' politik dengan parpol yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan pendekatan dilakukan kepada partai pendukung pemerintah dan partai-partai baru. Upaya komunikasi politik itu dilakukan dalam rangka meningkatkan efektivitas dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo.

"Kami mengucapkan selamat ke partai yang lolos verifikasi termasuk partai-partai baru. Tentu saja dialog akan dilakukan mengingat spirit PDIP adalah semangat gotong royong. Indonesia juga dibangun dengan sejarah panjang dengan perjuangan bersama, karena itu dialog akan dilakukan," tutur Hasto, Sabtu (17/2/2018).

Menurut dia, partai politik pengusung pemerintah juga sedang berkonsolidasi internal.

Dia mencontohkan Partai Golkar yang baru menyempurnakan susunan DPP partai. Selain itu, Partai Nasdem, kata dia, juga baru melakukan pergantian sekretaris jenderal.

Baca: Ternyata Anak dan Calon Menantu Elvy Sukaesih Urunan Rp 200 Ribu-an untuk Beli Sabu

Berita Rekomendasi

Baca: Tiga Jam Polisi Obok-obok Kediaman Elvy Sukaesih untuk Cari Jejak Narkoba

"Sehingga komunikasi politik akan kami lakukan setelah verifikasi parpol dalam kaitannya untuk meningkatkan efektivitas dukungan kami kepada pemerintahan Jokowi," tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hasto Kristiyanto menunggu momentum mencalonkan Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilihan umum 2019.

Sampai saat ini, menurut dia, partai berlambang kepala banteng itu masih memberikan dukungan kepada Jokowi di pemerintahan. Namun, pada waktunya, dia menegaskan, partainya akan mengumumkan capres bersama dengan cawapres.

Menurut dia, Jokowi dapat menjadi presiden di periode pertama karena proses kepemimpinan dari PDI Perjuangan. Lalu, partainya yang mencalonkan pertama kali ayah tiga orang anak itu sebelum pemilu legislatif 2014.

Sejauh ini, dia melihat lembaga survei menyampaikan masyarakat puas terhadap kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Jokowi memperlihatkan kepemimpinan dengan cara 'blusukan' di tengah masyarakat menyelesaikan masalah.

Untuk calon wakil presiden, kata dia, PDI Perjuangan berdialog bersama dengan Joko Widodo mencari sosok yang tepat mendampingi. Setelah pelaksanaan kongres, partai memberikan mandat kepada Megawati untuk mengumumkan.

Lalu secara periodik, kata dia, Megawati akan bertemu secara periodik dengan Jokowi. Sehingga apabila dapat berjalan dengan baik sesuai tahapan ya harus lakukan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas