Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nyali Novel Baswedan Tak Padam Setelah Teror Penyiraman Air Keras

Sehari menjelang kepulangannya ke Indonesia, Rabu (21/2/2018), Novel bersuara lantang tidak takut melawan pembungkam

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Nyali Novel Baswedan Tak Padam Setelah Teror Penyiraman Air Keras
Tribunnews.com/Theresia
Di sela-sela aksi, ?Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan video Call dengan Novel Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teror penyiraman air keras di depan masjid di dekat rumahnya setelah menjalankan salah subuh pada 11 April 2017 lalu, tak membuat ciut nyalinya untuk pemberantasan korupsi di Indonesia.

Meskipun sepasang matanya masih belum pulih benar, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tetap lantang bersuara melawan praktik korupsi yang selama 10 bulan lebih ditinggalkannya untuk proses pengobatan di Singapura.

Sehari menjelang kepulangannya ke Indonesia, Rabu (21/2/2018), Novel bersuara lantang tidak takut melawan pembungkam agenda pemberantasan korupsi meskipun teror terhadap dirinya akan terus terjadi.

"Saya menegaskan seperti apapun Allah akan menunjukkan jalan kebenaran, sekalipun banyak orang ingin menutupi jalan itu," tegas Novel dalam rekaman video berdurasi hampir 3 menit yang dikirimkan sang sahabat, Dahnil Simanjuntak yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah kepada Tribunnews.com, Rabu (21/2/2018).

Baca: 10 Bulan Pasca-disiram Air Keras, Mata Kiri Novel Belum Bisa Melihat

Mantan perwira Polri ini pun mengajak para aktivis dan penegak hukum untuk tidak gentar menghadapi teror pembungkaman terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini.

"Marilah kita tetap fokus dan berani," cetusnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas