Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Proyek Jembatan Holtekamp Raih Dua Rekor Dunia Muri

Rekor pertama diberikan untuk pengiriman bagian bentang tengah jembatan yang menempuh jarak 3.200 kilometer.

Proyek Jembatan Holtekamp Raih Dua Rekor Dunia Muri
TRIBUNNEWS.COM/GITA
Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Andre Purwandono menyerahkan dua rekor dunia MURI kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto di Holtekamp, Jayapura pada Rabu (21/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Andre Purwandono menyerahkan dua rekor dunia kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto serta beberapa perwakilan dari konsosium kontraktor yang membangun proyek Jembatan Holtekamp di Jayapura pada Rabu (21/2/2018).

Andre menerangkan, rekor pertama diberikan untuk pengiriman bagian bentang tengah jembatan yang menempuh jarak 3.200 kilometer.

"Jadi yang pertama ini kan ada pengiriman. Pengiriman jembatan ini dilakukan dari mulai Surabaya berakhir di Jayapura ini sepanjang 3.200 km yang belom pernah dilakukan di mana pun, di dunia sekali pun. Oleh karena itu kami mengkalik bahwa ini merupakan sebuah rekor dunia," ungkap Andre.

Selanjutnya, rekor kedua diberikan atas pengangkatan bentang tengah jembatan seberat 2.000 ton tersebut sebagai pengangkatan terberat yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Baca: Pemasangan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp Butuh Uji Coba Sinkronisasi Pengangkatan

"Yang kedua, pengangkatan bagian tengah jembatan yang terberat yaitu 2.000 ton, ini juga belom pernah dilakukan di mana pun," ungkap Andre.

Ia menerangkan bahwa MURI memiliki akses untuk mengklaim rekor dunia.

Untuk itu, ia menjelaskan bahwa hal tersebut pernah dilakukan sebelumnya di bidang kebudayaan.

"Misalkan di Indonesia, ada pemain angklung 24.000, di Cina bikin rekor 11.000. Itu nggak bisa, karena mereka harus ngalahin kita. Waktu itu lernah ada kasus seperti itu, Pak Jaya (Jaya Suprana) langsung samperin ke Cina," kata Andre.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional 18 Jayapura sekaligus perwakilan Balai Konsorsium dan pihak Konsultan dalam proyek jembatan Holtekamp Osman Marbun berharap bahwa pembuatan rangka box baja pelengkung seberat 2.000 ton tersebut juga nantinya dapat dicatata dalam rekor MURI sebagai penghargaan atas inovasi yang telah dilakukan.

"Sebagaimana kita ketahui, rangka box pelengkung dengan berat 2.000 ton beserta plat deck nya diharapkan diusulkan juga untuk dicatat dalam Rekor Muri sebagai penghargaan atas inovasi yang dilakukan," kata Osman dalam sambutannya.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas