Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Tidak Ingin Pengungkapan MCA Berakhir Seperti Saracen

Polisi mengatakan tak ingin pengungkapan kasus Muslim Cyber Army (MCA) berakhir seperti pada kasus Saracen, beberapa waktu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polisi Tidak Ingin Pengungkapan MCA Berakhir Seperti Saracen
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi mengatakan tak ingin pengungkapan kasus Muslim Cyber Army (MCA) berakhir seperti pada kasus Saracen, beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3).

Pria yang akrab disapa Setyo itu tampak menuruni tangga dari lantai dua untuk menuju ruang dimana para awak media biasa menunggu dirinya.

Baca: Polisi Periksa Lima Pengemudi Ojek Online

Suasana di ruang Divisi Humas Polri itu langsung berubah ketika mendengar langkah dari jenderal bintang dua itu.

"Pak Kadiv, pak Kadiv," ujar awak media pada Setyo yang turun dari kantornya di lantai dua, Jumat (2/3).

Rekomendasi Untuk Anda

Setyo pun dicecar mengenai pertanyaan seputar MCA, yang sedang hangat-hangatnya di Indonesia.

Ia mengatakan jika pihaknya masih mendalami motif penyebaran isu-isu provokatif dan hoax itu.

Menurutnya, penyidik memerlukan waktu lebih guna mengungkap motif MCA.

"Memerlukan waktulah," ujar Setyo seraya sedikit memiringkan kepalanya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

Mengeryitkan dahinya dan membenarkan letak posisi kacamata yang ia gunakan, Setyo mengungkap Polri tidak ingin kasus MCA berakhir seperti kasus Saracen.

Maksud dari pernyataannya adalah tidak mengetahui siapa aktor utama selain Jasriadi.

"Saracen itu juga terputus kan. Karena kami tidak bisa naik ke atasnya," katanya.

"Ya memang nggak ada bukti lain untuk mengaitkan apakah ada aktor intelektualnya segala macam (kasus Saracen)," imbuhnya seraya menghela nafas.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas