Tribun

UU MD3

PPP Menilai PKB Tidak Berhak Dapatkan Jatah Kursi Pimpinan MPR

Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan alasan dibalik sikap 'masih menolaknya' fraksinya terhadap munculnya PKB dalam jatah kursi pimpinan MPR.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
PPP Menilai PKB Tidak Berhak Dapatkan Jatah Kursi Pimpinan MPR
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Arsul Sani 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan jatah kursi pimpinan MPR RI lantaran sudah mulai berlakunya Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), ternyata membuat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum puas melancarkan kritiknya.

Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan alasan dibalik sikap 'masih menolaknya' fraksinya terhadap munculnya PKB dalam jatah kursi pimpinan MPR.

Menurutnya, PKB tidak berhak mendapatkan jatah kursi lantaran tidak sesuai dengan suara terbanyak pada hasil Pemilu tahun 2014 silam.

Baca: Goreng Ikan Lumba-lumba dan Mengunggahnya di Medsos, Nelayan Karangasem Akhirnya Ditangkap Polisi

"Tidak bisa diberikan kepada PKB, kenapa, karena di situ adalah tambahan pimpinan MPR tersebut diberikan kepada partai politik yang meraih suara terbanyak di DPR dalam Pemilu 2014 urutan ke satu ketiga dan keenam," ujar Arsul, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

Menurutnya, yang berhak seharusnya adalah Partai Amanat Nasional (PAN) lantaran melihat posisi keenam pada Pemilu 2014 bukan PKB, namun PAN.

Kritisi tersebut ia sampaikan karena dirinya menilai kader PAN yang seharusnya menduduki jatah kursi tambahan di MPR.

Baca: Pencalonan Gatot Nurmantyo Sebagai Capres Tinggal Menunggu Mantan Panglima TNI itu Pensiun

"Kedua itu urutan keenam itu PAN, bukan PKB, kalau kursi keenam memang PKB di DPR, tetapi kalau suara terbanyak itu bukan PKB, tetapi PAN," tegas Arsul.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut ada penambahan tiga kursi pimpinan MPR, sesuai dengan revisi UU MD3 yang telah disahkan.

Penambahan jatah kursi itu meliputi PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra.

Baca: Fredrich dan Dokter Bimanesh Disebut Merancang Diagnosa Sakitnya Novanto Sebelum Kecelakaan Terjadi

Zulhas pun kemudian menyebutkan tiga nama yang diusulkan dari ketiga partai yang mendapatkan jatah kursi tersebut, yakni Ahmad Basarah dari PDIP, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketua Umum PKB, dan Ahmad Muzani dari Gerindra.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas