Tribun

UU MD3

Dicopot Jadi Wakil Ketua MPR Mahyudin Melawan, Ini Katanya

Partai Golkar kan bukan punya Pak Airlangga sendirian, milik semua termasuk saya

Editor: Johnson Simanjuntak
Dicopot Jadi Wakil Ketua MPR Mahyudin Melawan, Ini Katanya
dok. MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyatakan bakal membela haknya untuk tetap menduduki jabatan Wakil Ketua MPR.

DPP Golkar sebelumnya memutuskan menerima usulan Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menjadi Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin.

Mahyudin menyinggung aturan Undang-undang No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3).

Dalam UU tersebut, Pimpinan MPR berhenti dari jabatannya karena meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan.

Pimpinan MPR diberhentikan sebagaimana dimaksud apabila diberhentikan sebagai anggota DPR atau anggota DPD atau tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai pimpinan MPR.

Sehingga, menurut Mahyudin, meski partai menginginkan pergantian, hal itu tak bisa terjadi jika tidak memenuhi syarat tersebut.

"Saya tidak mau berkonflik. Tapi saya akan membela diri dan hak saya. Partai Golkar kan bukan punya Pak Airlangga sendirian, milik semua termasuk saya," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca: Tangis Istri dan Keluarga Pecah Saat Jenazah Chef Harada Dimakamkan

Ia membantah pernyataan Airlangga Hartarto yang menyebut dirinya sudah setuju dengan rencana pergantian Wakil Ketua MPR.

Mahyudin menegaskan belum menyetujui rencana pergantian tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas